JAKARTA, HOLOPIS.COM – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta pelaksanaan Training of Trainers (ToT) kader Partai Golkar dilakukan secara disiplin dan objektif. Ia menegaskan peserta yang tidak memenuhi standar sebaiknya tidak diluluskan demi menjaga kualitas kaderisasi partai.
Arahan tersebut disampaikan Bahlil saat membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Partai Golkar. Menurutnya, kaderisasi merupakan fondasi utama dalam melahirkan pemimpin-pemimpin partai yang memiliki kapasitas dan karakter sebagai teknokrat.
“Ciri karakter daripada Partai Golkar, kadar Partai Golkar itu kan teknokrat, dan itu ciri kita. Kalau kita bicara tentang teknokrat itu selalu berpikir tentang kepentingan negara duluan, kitanya itu dampaknya, multiplier effect-nya. Saya minta untuk semua peserta harus ketat, bila perlu tidak lulus jangan dikasih lulus,” tegas Bahlil.
Ia mengungkapkan, perjalanan karier politiknya dibangun melalui proses kaderisasi yang berjenjang. Karena itu, menurutnya, tidak ada jalan pintas untuk menjadi pemimpin di Partai Golkar.
“Saya jujur ya, saya bisa seperti sekarang karena ikut diklatda, diklatda di tingkat provinsi, habis itu ikut pelatihan di tingkat nasional, by process, jadi tidak ada sesuatu yang instan, nggak ada,” ujarnya.
Bahlil juga menginstruksikan agar seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang sama selama proses pelatihan, tanpa memandang jabatan maupun posisi politik yang dimiliki.
“Jadi saya minta kepada anggota DPR RI sekalipun mereka anggota DPR RI, perlakukan mereka sama dengan yang lain,” katanya.
Selain menyoroti kualitas kaderisasi, Bahlil turut mengingatkan organisasi sayap Partai Golkar agar menghentikan konflik internal yang dinilai hanya menghambat konsolidasi organisasi. Ia secara khusus menyinggung dinamika yang terjadi di Angkatan Muda Partai Golkar (AMPI).
“Organisasi-organisasi sayap pemuda kayak AMPI jangan konflik terus. Apa itu, satu kepengurusan 4 kali ganti sekjen. Apa itu? Saya gak pernah belajar kayak gitu di AMPI, ilmu apa ini? Mungkin gara-gara pengkaderan juga mulai nggak jelas. I’m serious, nggak ada itu kerja kayak gitu,” ucapnya.
Menurut Bahlil, soliditas internal menjadi syarat utama agar Partai Golkar mampu mencapai target organisasi dan memenangkan berbagai agenda politik ke depan.
“Jadi tidak akan mungkin kita bisa mencapai tujuan secara maksimal kalau di internal kita nggak kompak. Ngapain berdebat hal-hal yang nggak substantif, itu malah justru memperlambat laju percepatan kita dalam melakukan konsolidasi organisasi,” tandasnya.


