Akbar Faizal Sindir Pejabat Pemerintah soal “Logika Kekuasaan” dan Media Homeless

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM Akbar Faizal melontarkan kritik keras yang diduga ditujukan kepada pejabat pemerintah terkait polemik “media homeless” atau new media yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Melalui unggahan di media sosial, Akbar menilai sikap dan pandangan yang disampaikan pejabat tersebut justru dapat memperburuk citra pemerintah dan Presiden di mata masyarakat.

“Kawan, kenapa kesalahanmu makin dalam? Betapa sulit posisi Presiden karenamu sebab semua akan berujung pada persepsi publik tentang ketakmampuannya memilih orang-orang yang layak bekerja untuknya,” tulis Akbar di akun X pribadinya @akbarfaizal68, Jumat (8/5/2026).

Meski tidak menyebut nama secara langsung, unggahan tersebut diduga mengarah kepada Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia Muhammad Qodari yang sebelumnya menjadi sorotan setelah menyebut istilah media homeless dalam diskursus soal new media.

Akbar juga menilai pejabat tersebut seharusnya mampu meredam polemik yang berkembang, terutama jika tidak berhasil meyakinkan media arus utama terhadap gagasan yang dibawanya.

“Jika tak mampu meyakinkan media mainstream tentang pikiran anehmu, cukuplah dengan menjadi sedikit arif menurunkan tensi keanehan logika kekuasaan yang kamu gaungkan sejak awal itu,” lanjutnya.

- Advertisement -

Dalam unggahan itu, Akbar mengaku sempat menganggap pandangan berbeda yang disampaikan pejabat tersebut sebagai bagian dari tawaran ide dan keberanian berpikir berbeda di ruang publik.

Namun, ia mengaku terkejut karena gagasan tersebut ternyata diyakini sepenuhnya.

“Kupikir itu hanya cara untuk masuk ke kekuasaan. Kamu benar-benar salah jalan dan salah jaman kawan,” tulisnya lagi.

Sebelumnya, polemik mengenai new media mencuat setelah Bakom RI menggelar konferensi pers dan menyinggung keberadaan media baru dalam ekosistem informasi publik. Pernyataan tersebut kemudian memicu kritik dari sejumlah kalangan media dan pegiat pers karena dinilai menimbulkan dikotomi antara media konvensional dan media baru.

Terlebih soal Qodari yang menyebut sejumlah akun media sosial yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF) dan kemudian memicu reaksi kontra dari mereka, di mana sejumlah akun media sosial tersebut sampai membuat klarifikasi pernyataan sikap untuk menentang statemen Qodari.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU