HOLOPIS.COM, JAKARTA – Film biopik Michael akhirnya resmi tayang dan langsung menjadi perbincangan besar, terutama di kalangan penggemar Michael Jackson. Film ini mencoba membawa penonton masuk ke perjalanan hidup sang King of Pop, mulai dari masa kecil hingga puncak popularitasnya.
Sejak menit pertama, film ini langsung membuka suasana dengan teriakan “hee hee” khas Michael Jackson dan lagu Wanna Be Startin’ Somethin’ yang langsung membangun energi penonton di bioskop. Pembuka tersebut terasa sangat efektif karena berhasil menciptakan rasa nostalgia sekaligus antusiasme sejak awal film dimulai.
Penonton kemudian diperlihatkan masa kecil Michael Jackson yang diperankan oleh Juliano Krue Valdi. Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Jaafar Jackson sebagai Michael Jackson dewasa, Colman Domingo sebagai Joe Jackson, serta Nia Long sebagai Katherine Jackson.
Masa Jackson 5 hingga Kekerasan dari Joe Jackson
Film ini cukup cepat membawa penonton masuk ke era awal Michael saat masih tergabung dalam Jackson 5 bersama saudara-saudaranya, yaitu Jackie Jackson, Tito Jackson, Jermaine Jackson, dan Marlon Jackson.
Pacing film terasa cukup baik karena tidak terlalu lama menahan satu momen tertentu. Alurnya dibuat bergerak cepat tetapi tetap mampu menjaga fokus penonton. Banyak adegan dibuat singkat namun tetap efektif membangun emosi dan perjalanan karier Michael Jackson.
Meski film dibuka dengan nuansa enerjik dan penuh musik, penonton juga diperlihatkan sisi pahit kehidupan Michael Jackson sejak kecil. Salah satu yang cukup menonjol adalah hubungan keras dengan ayahnya, Joe Jackson.
Film memperlihatkan bagaimana Michael menerima tekanan dan kekerasan fisik dalam proses latihan hingga pembentukan Jackson 5. Momen-momen ini menjadi kontras dengan kemegahan panggung yang kemudian ia miliki saat dewasa.
Jaafar Jackson Jadi Sorotan Utama
Sulit membahas film ini tanpa menyoroti penampilan Jaafar Jackson. Penampilannya menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam film.
Banyak penggemar Michael Jackson kemungkinan akan terkejut melihat kemiripannya dengan sang paman. Mulai dari bentuk wajah, gaya bicara, ekspresi, hingga gerakan tari dibuat sangat mendekati Michael Jackson asli.
Tidak hanya secara visual, Jaafar juga mampu menghadirkan aura panggung yang mengingatkan penonton pada sosok Michael Jackson di era kejayaannya. Beberapa adegan konser bahkan terasa cukup emosional, terutama bagi penggemar yang tumbuh bersama musik-musiknya.
Gerakan dance yang detail dan suara yang sangat mirip membuat beberapa momen terasa seperti sedang menonton rekaman Michael Jackson asli di layar lebar.
Secara keseluruhan, Michael menjadi film biopik yang sangat menghibur, terutama bagi penggemar sang King of Pop. Film ini berhasil menghadirkan nostalgia, pertunjukan musik, serta energi panggung Michael Jackson dengan cukup baik.
Meski demikian, tidak bisa dipungkiri masih ada beberapa sisi kelam kehidupan Michael Jackson yang terasa belum digali terlalu dalam di film ini. Beberapa penderitaan dan kontroversi besar dalam hidupnya tampak hanya disentuh secara singkat.
Namun terlepas dari hal tersebut, film ini tetap berhasil menjadi tontonan yang emosional, nostalgik, dan menyenangkan untuk dinikmati di bioskop.
HOLOPIS.COM memberikan nilai 7.5/10 untuk film Michael. Sobat Holopis sudah nonton belum?


