JAKARTA – Komite tingkat menteri yang diamanatkan oleh Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Arab dan Islam terkait Gaza, bersama dengan 23 negara, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), pada Sabtu (9/8) serentak mengecam keras rencana Israel untuk memberlakukan kendali militer penuh atas Gaza.
“Eskalasi berbahaya dan tidak dapat diterima, pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, dan upaya untuk memperkuat pendudukan ilegal serta memaksakan fakta di lapangan menggunakan kekuatan, bertentangan dengan legitimasi internasional,” demikian pernyataan dari negara-negara Arab, dikutip Holopis.com, Minggu (10/8).
Pernyataan bersama itu terdiri dari Mesir, Palestina, Qatar, Yordania, Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Yaman, Sudan, Libya, Mauritania, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, Chad, Djibouti, Somalia, Turkiye, dan Gambia.
Pernyataan tersebut memperingatkan bahwa tindakan yang diumumkan oleh Israel adalah kelanjutan dari pelanggaran serius yang dilakukannya, termasuk pembunuhan dan kelaparan, upaya relokasi paksa dan aneksasi wilayah Palestina, serta tindakan terorisme oleh pemukim, yang merupakan kejahatan yang dapat digolongkan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Negara-negara dan blok itu kemudian menuntut penghentian segera dan menyeluruh agresi Israel di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur, serta akses masuk tanpa syarat bagi bantuan kemanusiaan ke Gaza dan kebebasan beroperasi bagi lembaga-lembaga bantuan.
Israel Klaim Sejumlah Bantuan Sudah Diberikan untuk Palestina
Pada Sabtu yang sama, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menyebutkan dalam sebuah pernyataan bahwa 106 paket bantuan telah dikirim melalui udara di seluruh Jalur Gaza oleh enam negara.
Israel melancarkan operasi militer berskala besar di Gaza pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan Hamas ke Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan mengakibatkan penahanan sandera, menurut otoritas Israel.
Otoritas kesehatan di Gaza pada Sabtu tersebut mengatakan sedikitnya 61.369 warga Palestina tewas dan 152.850 orang lainnya terluka sejak Oktober 2023.


