Alami Pubertas Dini Gara-gara Pemanis Buatan di Minuman Diet Bersoda

0 Shares

JAKARTAPemanis buatan ternyata tak semanis iklannya. Karena komponen ini di produk-produk diet, seperti di minuman berkarbonasi dan permen karet, ternyata pada anak-anak bisa memicu kondisi pubertas dini.

Minuman berkarbonasi yang manis selalu menarik bagi anak-anak.

Kemudian karena telah diketahui efek buruknya, banyak orang tua memilihkan minuman berkarbonasi diet yang konon disebut lebih rendah kadar gula dan kalorinya. Di jenis ini cita rasa manis diganti dengan penggunaan pemanis buatan.

Tapi ternyata berdasarkan sebuah penelitian, minuman dengan pemanis buatan ini malah memicu pubertas dini.

Pemanis buatan yang biasa digunakan adalah aspartam. Aspartam sendiri selama beberapa waktu diduga menjadi pemicu sejumlah masalah jantung dan kanker. Penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa pubertas dini meningkatkan risiko kesehatan seperti depresi dan diabetes.

Para peneliti yang mandalami masalah ini menemukan pemanis buatan dalam kadar tinggi memicu pubertas dini. Yakni jika pubertas muncul di usia delapan tahun pada anak perempuan dan sembilan tahun pada anak lelaki.

- Advertisement -

“Penelitian ini adalah yang pertama menghubungkan kebiasaan diet modern – khususnya penggunaan pemanis – dengan dua hal faktor genetik dan pubertas dini,” kata Dr. Yang-Ching Chen, peneliti dan ahli gizi di Taipei Medical University seperti dikutip Dailymail.

“Penelitian ini juga menjelaskan berbedaan pengaruh pemanis buatan pada anak lelaki dan perempuan, dan memberikan pemahamahan yang baik tentang risiko kesehatan pribadi.”

Selama ini dokter belum mengidentifikasi penyebab pubertas dini walau sebagian ahli menyebut penyebabnya adalah obesitas, stress dan genetik.

Penelitian di Taiwan ini melibatkan 1.407 remaja Taiwan. Mereka diminta secara aktif menjawab kuesioner tentang pola diet dan melakukan tes urin. Hasilnya 481 orang mengalami pubertas dini.

Peneliti menemukan bahwa pemanis buatan sucralose menunjukkan hubungan yang kuat dengan pubertas dini pada anak lelaki. Sementara aspartam, pemanis buatan yang lebih kuat pengaruhnya pada anak perempuan.

Sucralose dibuat dari gula biasa, tapi komponen kimiawinya dikelola hingga saat masuk tubuh gula ini tak berubah menjadi karbohidrat. Jadi gula sucralose tidak mengandung kalori.  Beberapa pemanis buatan dibuat dari akar liquorice yang sebenarnya adalah pemanis alami juga.

Penelitian terdahulu yang dilakukan tim Dr. Chen juga menemukan bahwa pemanis buatan pelepasan hormon terkait pubertas.

Beberapa produk yang disebut Dr. Chen mengandung aspartame yaitu minuman berkarbonasi, permen karet, pasta gigi, makanan ringan serta obat batuk tanpa gula.

Aspartame dan sucralose disebut mempengaruhi fungsi sel otak terkait produksi hormon pubertas atau bisa pula mengubah pola dan komposisi bakteria di pencernaan.

Kendalikan Konsumsi Pemanis Buatan

Penelitian Dr. Chen ini juga menghadapi banyak kritik. Salah satunya menganggap penelitian ini sifatnya masih observatif.  Padahal sejak lama pula pemanis buatan dihubungkan dengan kanker. Apalagi saat tahun 2023 World Health Organisation secara kontroversial sudah menggolongkan aspartame yang dikandung seperti dalam Diet Coke kemungkinan bisa memicu kanker pada manusia.

Namun lebih lanjut WHO menjelaskan bahwa risiko kanker hanya muncul jika seseorang mengonsumsi aspartame dalam jumlah banyak. Bahkan orang dewasa dengan berat badan 70 kilogram masih aman minum sampai 14 kaleng per hari.

Efek Pubertas Dini Pada Anak Perempuan, Ngeri.

Sebuah penelitian lain menyebutkan anak-anak perempuan yang mengalami pubertas dini, cenderung lebih tinggi risiko kesehatannya di kemudian hari.

Pada 2023 ditemukan anak-anak perempuan yang mulai mengalami haid atau masuk masa pubertas di usia 13 tahun, punya risiko lebih tinggi mengalami stroke dibanding mereka yang mulai masa pubertas lebih lama.

Penelitian lain lagi yang diterbitkan Lancet, menyebutkan  bahwa para gadis yang lebih cepat mendapatkan haid punya risiko lebih tinggi mengalami kanker payudara.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Utami Widowati
Utami Widowati
Tim Redaksi :
Utami Widowati
Utami Widowati
Contributor

Berita Lainnya

YANG BARU