HOLOPIS.COM, JAKARTA – Seorang anggota brimob dari Batalyon B Pelopor Manggala di Rokan Hilir, Bripka Andry Darma Irawan mengunggah curhatannya terhadap kebijakan yang diterapkan kepadanya, yakni dimutasi demosi dari Batalyon B ke Batalyon A yang ada di Pekanbaru.
Seharusnya, mutasi demosi adalah kebijakan organisasi yang diterapkan kepada anggota yang tidak memiliki kontribusi positif bagi kesatuan, sehingga ia harus dipindahkan ke level yang lebih rendah.
“Saya dimutasi demosi tanpa ada kesalahan dari Batalyon B Pelopor ke Batalyon A Pelopor yang berada di Pekanbaru. Hari Jum’at tanggal 3 Maret 2023 Sprint mutasi keluar dan hari Rabu tanggal 8 Maret 2023 saya sudah penghadapan ke tempat baru,” kata Bripka Andry dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @andrydarmairawan07.2 seperti dikutip Holopis.com, Selasa (6/6).
Karena kondisi sang ibunda yang tengah mengalami sakit komplikasi, sehingga ia pun menjemput ibunya dari Rokan Hilir ke Pekanbaru untuk mencoba meminta kepada atasannya mempertimbangkan mutasi demosi yang dijatuhkan kepadanya.
“Karena saya mengurus ibu kandung yang sedang sakit komplikasi, ibu kandung saya mengajak ke Pekanbaru menemui Dansat Brimob Polda Riau untuk meminta pertimbangan terkait mutasi saya,” ujarnya.
Saat bertemu dengan komandannya itu, ia mendapatkan jawaban yang kurang pas. Sebab, apa yang ia lakukan di kesatuan sudah cukup banyak.
“Kombes pol Ronny Lumban Gaol, S.I.K selaku Dansat Brimob saat ditemui mengatakan, ‘kamu gak ada salah, kamu terlalu lama di sana, terlalu nyaman dan kamu tidak ada kontribusi kepada satuan’,” terang Andry.
Merespons jawaban komandannya itu, ia pun mengungkit soal kontribusi pencarian dana di luar kantor untuk kebutuhan pembangunan di Batalyon B saat ia masih berdinas di sana.
“Setelah mendengar penjelasan itu, saya menyampaikan ‘mohon ijin komandan, saya sudah melakukan semua perintah Danyon saya, dari pengajuan proposal pembangunan polindes ke Pemda Rohil dan sudah terbangun klinik tersebut di kantor Batalyon’,” jawabnya.
Bahkan, ia sudah banyak mengeluarkan dana dan disetorkan kepada komandannya saat itu, Kompol Petrus Hottiner Simamora. Dan ia pun menyatakan memiliki semua bukti setoran yang ia lakukan.
“Selain itu saya juga diminta mencarikan uang dari luar oleh Danyon dan sudah saya setorkan sebesar Rp650 juta ada bukti-bukti transfernya,” sambungnya.
Sayangnya, apa yang ia lakukan itu tidak dianggap oleh kesatuannya sendiri. Termasuk uang yang ia setorkan Rp650 juta yang disetorkan kepada komandan batalyonnya itu.


