JAKARTA, HOLOPIS.COM – Mantan Staf Khusus Menteri Keuangan yang kini bertugas di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, mengkritik keras insiden yang melibatkan pengemudi Toyota Alphard dengan petugas keamanan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Menurut Yustinus, peristiwa tersebut tidak dapat dipandang sebagai tindakan individual semata, melainkan mencerminkan persoalan mentalitas aparatur yang perlu mendapat perhatian serius.
“Kasus pengendara Alphard arogan di Bundaran HI ini hanya puncak gunung es problem mentalitas aparatur yang bermasalah. Dan ini bukan masalah individual, ini institusional,” ujar Yustinus melalui pernyataan tertulisnya di akun X pribadinya @prastow, Sabtu (25/7/2026).
Ia mempertanyakan sikap aparat yang seharusnya menjadi teladan dalam menaati hukum, tetapi justru diduga melakukan pelanggaran lalu lintas dan bersikap arogan saat ditegur.
Yustinus juga menyoroti dugaan penggunaan pelat nomor kendaraan palsu yang mencuat dalam kasus tersebut. Menurutnya, apabila dugaan itu terbukti benar, maka hal tersebut semakin menunjukkan pentingnya pembenahan integritas di kalangan aparatur negara.
“Bagaimana bisa terjadi, aparat yang tugasnya menjaga ketertiban termasuk lalu lintas, justru melakukan pelanggaran di jalan, bukannya mengaku salah malah arogan dan mengintimidasi, dan diduga menggunakan plat kendaraan palsu?” katanya.
Lebih lanjut, Yustinus menilai peningkatan kemampuan teknis aparatur saja tidak cukup. Menurutnya, setiap aparat negara juga harus dibekali dengan kecakapan etis agar mampu membedakan tindakan yang benar dan salah, sekaligus memahami nilai-nilai kepatutan dalam menjalankan tugas.
“Semakin memperkuat tesis bahwa selain kecakapan teknis, aparatur negara wajib dibekali kecakapan etis, supaya paham benar/salah dan baik/buruk, sehingga bisa menjadi teladan, bukan beban,” tegasnya.
Pernyataan Yustinus muncul di tengah sorotan publik terhadap video yang memperlihatkan pengemudi Toyota Alphard diduga bersitegang dengan petugas keamanan di kawasan Bundaran HI. Tak hanya menerobot lampu merah, Toyota Alphard berkelir hitam itu juga diketahui menggunakan pelat nomor polisi palsu.
Terlebih diketahui, pengguna Toyota Alphard tersebut adalah anggota Polisi dari Polda Jawa Barat.
Insiden tersebut memicu perhatian luas di media sosial dan mendorong berbagai pihak meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang terjadi, termasuk jika terdapat penyalahgunaan identitas maupun atribut kendaraan.


