Jangan Lengah! Dokter Ungkap Alasan Anak Kecil Harus Terus Diawasi

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mengawasi anak kecil bukan perkara sepele, terutama ketika mereka belum mampu mengenali bahaya di sekitarnya. Dokter spesialis anak mengingatkan bahwa anak berusia di bawah tujuh tahun masih membutuhkan pengawasan ketat dari orang tua, baik saat berada di rumah maupun di luar.

Peringatan ini disampaikan Prof. Dr. dr. R.A. Setyo Handryastuti, Sp.A, Subsp.Neuro, dokter spesialis anak subspesialis neurologi di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Dokter yang akrab disapa Prof. Andry itu menjelaskan, anak balita belum sepenuhnya memahami situasi yang berbahaya. Kemampuan mereka untuk menilai risiko juga belum berkembang seperti orang dewasa.

“Anak di bawah tujuh tahun itu belum paham betul bahaya, apalagi anak balita. Mana bahaya, mana tidak itu kan belum paham. Jadi harus selalu dalam pengawasan orang tua,” kata Prof. Andry saat  konferensi pers bayi kembar siam, Senin (19/10/2026).

Selain belum mampu mengenali risiko, anak usia balita juga belum tentu bisa menyampaikan perasaan, ketakutan, atau hal yang sedang mereka pikirkan dengan jelas.

Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kondisi dan perilaku anak. Pengawasan tidak cukup hanya dengan berada di dekat mereka, tetapi juga memastikan lingkungan tempat anak beraktivitas aman.

Di Luar Rumah, Orang Tua Harus Lebih Waspada

Menurut Prof. Andry, tingkat pengawasan perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Di rumah, orang tua perlu memastikan tidak ada benda atau area yang membahayakan anak.

Sementara itu, ketika berada di luar rumah, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena orang tua belum tentu mengetahui seluruh risiko di lokasi tersebut.

“Kalau di luar rumah kita kan tidak tahu aman atau tidak, kita harus lihat dulu lingkungan ini aman atau tidak. Kalau tidak, ya memang kita harus menjaga, betul-betul harus, tidak boleh lengah,” ujarnya.

Area seperti balkon, tangga, tempat dengan ketinggian, maupun lokasi yang tidak memiliki pengamanan memadai perlu mendapat perhatian khusus ketika anak berada di sekitarnya.

Ingin Me Time? Pastikan Ada yang Menjaga

Pengawasan anak juga menjadi perhatian setelah muncul sejumlah kasus yang melibatkan keselamatan anak, termasuk peristiwa anak terjatuh dari balkon hotel di Samarinda hingga meninggal dunia dan anak yang ditinggalkan orang tuanya di tenda saat mendaki Gunung Prau.

Prof. Andry memahami bahwa orang tua juga membutuhkan waktu untuk beristirahat atau menjalankan aktivitas pribadi. Namun, kebutuhan tersebut sebaiknya diatur tanpa mengabaikan keselamatan anak.

Salah satu caranya adalah meminta bantuan anggota keluarga yang dipercaya, seperti kakek, nenek, atau kerabat lainnya, untuk menjaga anak selama orang tua beristirahat.

“Ketika orang tuanya ingin me time, ingin beristirahat, ya harus ada yang menjaga,” katanya.

Jangan Lepas Pengawasan Sepenuhnya

Prof. Andry menegaskan, anak yang belum mampu mengenali bahaya secara mandiri perlu berada dalam pengawasan orang dewasa yang dapat memastikan keselamatannya.

Orang tua juga perlu memastikan orang yang diminta menjaga anak memahami tanggung jawab tersebut. Dengan begitu, anak tetap mendapat perhatian meski orang tua sedang menjalankan aktivitas lain.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU