HOLOPIS.COM, JAKARTA – Asap karhutla makin pekat dan tak cuma bikin sesak. Ada 4 kelompok yang diam-diam menghadapi risiko lebih serius saat menghirup udara beracun ini.
Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan bukan cuma mengganggu jarak pandang.
Di balik kabut pekat itu, ada ancaman serius bagi kesehatan, terutama bagi kelompok yang punya risiko lebih tinggi terkena gangguan pernapasan hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Partikel halus seperti PM2.5, ditambah berbagai gas hasil pembakaran, bisa masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Kalau paparannya berlangsung lama, risikonya pun makin besar.
Namun, dampaknya nggak sama pada setiap orang.
Ada empat kelompok yang perlu ekstra waspada ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla.
Anak-anak menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap paparan asap karhutla.
Saluran pernapasan mereka masih berkembang.
Selain itu, anak-anak cenderung bernapas lebih cepat dibandingkan orang dewasa.
Kondisi tersebut membuat jumlah udara yang masuk ke tubuh relatif lebih banyak sehingga paparan partikel berbahaya juga bisa meningkat.
Karena itu, orang tua perlu membatasi aktivitas anak di luar rumah ketika udara dipenuhi asap.




