HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (3/3/2026) dengan performa positif, meski kondisi geopolitik global kini masih memanas.
Berdasarkan data yang dihimpun Holopis.com dari Bursa Efek Indonesia, pada pukul 09.01 WIB, indeks harga saham nasional itu menguat 43,03 poin atau naik 0,54 persen ke level 8.059,86.
Volume perdagangan terpantau mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6,61 triliun dan frekuensi 207.877 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 269 saham menguat, 251 saham melemah, dan 171 saham bergerak stagnan.
Kendati dibuka di zona hijau, sejumlah analis menilai ruang penguatan masih dibayangi tekanan eksternal, terutama akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu perubahan sentimen investor global menjadi lebih defensif.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya menyoroti bahwa konflik terbuka antara AS–Israel dan Iran telah memicu sentimen risk–off serta mendorong lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.
Dalam proyeksinya, BRI Danareksa menegaskan bahwa arah pergerakan IHSG masih sangat bergantung pada dinamika geopolitik tersebut.
“Selama ketegangan geopolitik masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda de-eskalasi, Untuk perdagangan hari ini, proyeksi IHSG masih akan cukup tertekan menuju level supportnya pada 7.940 – 7.820 dengan resistance di 8.200 – 8.350,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, dikutip Holopis.com, Selasa (3/3/2026).
Proyeksi itu menegaskan, bahwa meskipun pembukaan perdagangan menunjukkan optimisme, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi tekanan lanjutan apabila konflik tidak mereda dalam waktu dekat.
Adapun saham pilihan BRI Danareksa hari ini adalah MEDC, APEX, dan DOID.
Senada, Phintraco Sekuritas melihat meningkatnya ketegangan geopolitik telah membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko.
Lonjakan harga minyak dinilai dapat menimbulkan efek domino terhadap inflasi dan kebijakan suku bunga.
“Pasar khawatir akan terjadinya perang lebih luas di Timur Tengah, terutama karena Iran bersumpah akan melakukan pembalasan lebih lanjut atas serangan baru–baru ini,” papar Phintraco.
Dengan kekhawatiran tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji level support 7.860 – 7.900.
Saham pilihan mereka antara lain ANTM, ESSA, PTBA, LSIP, dan INDY.
Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia menyampaikan bahwa penguatan mayoritas bursa Wall Street serta kenaikan sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah, batu bara, CPO, emas, dan gas berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.925 – 7.830 dan resist 8.105 – 8.200,” terang CGS International Sekuritas.
Di sisi lain, Panin Sekuritas juga melihat tekanan masih dominan akibat tensi AS–Iran, arus keluar dana asing, serta pelemahan sebagian komoditas metal mining.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, pergerakan IHSG hari ini diproyeksikan tetap fluktuatif. Investor disarankan mencermati level support dan resistance kunci sembari menunggu perkembangan terbaru dari dinamika geopolitik global.




