Ekonomi Tumbuh, Kok Kepuasan Pemerintah Turun? Ini Temuan Markdata

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

Pada awal 2025, rentang hasil survei yang dihimpun disebut berada di sekitar 9 poin. Namun, pada Juli–September 2026, selisihnya melebar hingga 44 poin.

Dalam periode tersebut, Tempo Data Science mencatat kepuasan sebesar 37 persen, sedangkan LKPI melaporkan angka 80,7 persen. Perbedaan itu jauh lebih besar dibandingkan margin of error sekitar 3 poin yang disebut dalam kajian.

Sementara itu, sejumlah lembaga anggota Persepi, termasuk SMRC dan Arus Survei Indonesia, melaporkan tingkat kepuasan dalam rentang 51,1–57,6 persen.

Perbedaan tersebut menjadi pengingat bahwa hasil survei tidak bisa dibandingkan hanya berdasarkan angka akhirnya. Penyusunan pertanyaan, metode wawancara, karakteristik responden, dan pendekatan pengukuran masing-masing lembaga juga perlu diperhatikan.

“Selisih sebesar itu bukan lagi variasi sampel, melainkan soal kuesioner, moda wawancara, dan house effect. Pembaca sebaiknya membandingkan tren dalam satu lembaga, bukan tingkat antar-lembaga,” kata Faisal.

MBG Masih Didukung, tetapi Pelaksanaannya Disorot

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi bagian dari kajian tersebut. Hasil yang dihimpun Markdata menunjukkan, dukungan agar program itu dilanjutkan masih berada di kisaran 61–78 persen.

Namun, tingkat kepuasan terhadap pelaksanaannya disebut belum banyak berubah, yakni sekitar 50–56 persen.

Alasan masyarakat menyatakan puas terhadap pemerintah juga mengalami pergeseran. Pada Januari 2025, sebanyak 72 persen responden yang puas menyebut MBG sebagai salah satu alasannya. Pada Agustus 2026, angka tersebut turun menjadi sekitar 11–16 persen.

Dalam periode yang sama, MBG mulai muncul sebagai salah satu alasan ketidakpuasan masyarakat.

Faisal menilai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap keberlanjutan program tidak selalu berarti masyarakat puas dengan pelaksanaannya.

“Publik tidak meminta MBG dihentikan. Publik meminta pelaksanaannya dibenahi,” kata Faisal.

Sorotan serupa muncul pada program Koperasi Desa Merah Putih. Meski program tersebut disebut telah dikenal luas, kajian Markdata mencatat skor pelaksanaannya hanya 2,1 dari skala 10.

Persepsi terhadap Arah Bangsa Ikut Berubah

Penurunan kepuasan terhadap pemerintah juga berjalan beriringan dengan perubahan pandangan masyarakat mengenai arah Indonesia dan kondisi demokrasi.

Berdasarkan data yang dipaparkan Markdata, proporsi warga yang menilai Indonesia bergerak ke arah yang benar turun dari 83 persen pada Oktober 2024 menjadi 47,7 persen dalam survei SMRC pada Oktober 2026.

Angka tersebut untuk pertama kalinya berada di bawah 50 persen sejak pelantikan pemerintahan Prabowo-Gibran.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU