Dudung Tanggapi Pernyataan Habib Rizieq, Ajak Jaga Keteduhan Bangsa

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman angkat bicara terkait pernyataan Rizieq Shihab yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Pernyataan tersebut disampaikan Dudung di Kantor KSP, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026).

Dudung menegaskan bahwa dirinya secara pribadi tidak lagi memiliki persoalan dengan Rizieq. Ia menyebut dinamika yang terjadi di masa lalu, termasuk penurunan baliho, berkaitan dengan status organisasi Front Pembela Islam (FPI) yang saat itu telah dibekukan pemerintah.

“kalau menurut saya antara saya dengan habib Rizieq sudah enggak ada masalah sebetulnya ya sebetulnya dulu waktu saya menurunkan baliho juga kan karena FPI itu kan waktu itu organisasi memang sudah dibekukan di tahun 2019,” ujar Dudung.

Ia menjelaskan, langkah-langkah yang diambil aparat saat itu dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap narasi yang dinilai dapat mengganggu persatuan bangsa. Menurutnya, berbagai laporan telah disampaikan kepada pimpinan TNI dan pihak terkait lainnya sebelum tindakan dilakukan.

“nah yang menguatnya itu menurut saya Karena ada ajakan-ajakan revolusi akhlak lah yang kemudian akhirnya dari narasi-narasi yang disampaikan mengajak kemudian mengembangkan kegiatan-kegiatan yang menurut saya mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa, dan itu kita laporkan kepada Panglima TNI kepala kepala staf angkatan, bahkan gubernur pun tahu Kapolri dan sebagainya, maka dilakukan tindakan-tindakan oleh TNI Polri saat itu,” katanya.

Dudung juga menegaskan bahwa pembubaran FPI bukan merupakan keputusan TNI, melainkan kebijakan pemerintah melalui kementerian terkait.

“dan yang membubarkan itu kan Kemendagri dan Kemenko Polhukam. kalau masih ingat kata-kata saya pada saat di Monas kalau perlu FPI dibubarkan dan benar dibubarkan sebenarnya, sebetulnya memang sudah dibubarkan,” ujarnya.

Terkait isu yang mengaitkan dirinya dengan narasi tertentu terhadap Presiden, Dudung membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa hal itu bukan berasal dari dirinya.

“nah sekarang ramai seakan-akan bahwa saya jadi KSP, kemudian akhirnya narasi bapak Presiden itu muncul, ya itu bukan bukan dari saya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dudung mengajak semua pihak, termasuk Rizieq, untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif dan tidak memprovokasi masyarakat.

“tapi artinya bahwa menurut saya bahwa ya pak rizieq ya sudah tua lah, sudah sama-sama tua, ya marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan dengan tidak memprovokasi,” ucapnya.

Ia juga menyinggung pentingnya peran ulama dalam menyejukkan umat, bukan sebaliknya.

“kalau dikatakan sebagai ulama, ulama itu yang selalu menyejukkan ya, berpikir jernih, matanya tidak pernah membawa apa melihat orang lain, merendahkan orang lain, mulutnya tidak mengatakan orang lain menjelekkan orang lain, hatinya juga tidak berprasangka buruk kepada orang lain, dan tangannya juga tidak dikotori dengan hal-hal yang tidak baik. makanya jaga mata, jaga hati, dan jaga mulut,” pungkasnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU