JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan keprihatinan atas hilang kontaknya lima jurnalis bersama tiga awak kapal yang tengah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Hingga Kamis (10/9/2026), keberadaan delapan orang tersebut masih belum diketahui. Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus melakukan pencarian di wilayah perairan Selat Sunda.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Basarnas untuk memantau perkembangan operasi pencarian.
“Kami seluruh personel BNPB menyampaikan rasa keprihatinan dan empati yang mendalam atas hilang kontaknya sebuah kapal cepat yang membawa delapan orang, termasuk sejumlah jurnalis dan awak kapal di Selat Sunda,” ujar Berton dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Kamis.
Berton mengatakan kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga para korban, tetapi juga bagi masyarakat dan rekan-rekan jurnalis yang menantikan kabar mengenai keberadaan mereka.
“Kami memahami situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat dan seluruh pihak yang menantikan kabar dari rekan kita tersebut,” katanya.
BNPB Pantau Operasi SAR
Menurut Berton, operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan Basarnas bersama unsur terkait. BNPB memastikan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan operasi tetap berjalan.
“Saat ini operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh Basarnas bersama unsur terkait. BNPB terus berkoordinasi dan memantau perkembangan operasi tersebut,” ujarnya.
BNPB berharap proses pencarian segera menemukan titik terang dan seluruh penumpang maupun awak kapal dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kami berharap seluruh penumpang dan awak kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” lanjut Berton.
BNPB juga mengajak seluruh pihak memberikan dukungan kepada personel SAR yang tengah bekerja di lapangan. Menurut Berton, dukungan tersebut diperlukan agar operasi pencarian dapat berlangsung secara optimal di tengah kondisi perairan yang menjadi lokasi pencarian.
“Kami mengajak seluruh pihak memberikan dukungan kepada tim SAR yang bekerja di lapangan agar proses pencarian berjalan lancar serta seluruh korban dapat segera ditemukan dan kembali bersama keluarga,” kata Berton.
Lima jurnalis dan tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak ketika melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Sebelumnya, kelima jurnalis tersebut dilaporkan berangkat menggunakan kapal cepat untuk melakukan peliputan. Kontak dengan rombongan kemudian terputus hingga memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.




