HOLOPIS.COM, JAKARTA – Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Brigjen Pol Hermawan, mengatakan cadangan beras pemerintah masih dalam kondisi aman. Ia juga menyebut produksi beras nasional diperkirakan terus berjalan hingga November dan pasokan berkelanjutan diharapkan berlangsung sampai Desember.
Hermawan, menjelaskan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini masih berada di kisaran 4,8 juta ton. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 3,2 juta ton, sementara stok hingga akhir 2026 diperkirakan berada di kisaran 3,4 juta hingga 3,5 juta ton.
“Totalnya saat ini masih sekitar 4,8 juta, ya, sampai akhir tahun. Diperkirakan akhir tahun bisa sampai 3,4 atau 3,5 juta. Ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya 3,2. Dan ini kan masih berproduksi terus sampai di bulan November,” kata Hermawan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Hermawan menegaskan, ketersediaan cadangan beras pemerintah didukung upaya pemerintah menjaga produksi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, produksi yang berkelanjutan diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan nasional hingga tahun berikutnya.
“Untuk CBP (Cadangan Beras Pemerintah) sampai saat ini masih aman. Apa yang dilakukan oleh Menteri Pertanian melalui pimpinan Pak Amran Sulaiman, Pak Andi Amran Sulaiman, itu sangat luar biasa, dari hulu ke hilir beliau memastikan bahwa produksi ada ya sampai di Desember akhir nanti. Berkelanjutan sampai di tahun 2027,” ujarnya.
Selain mengandalkan cadangan pemerintah, Bapanas juga menyebut penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan sebagai upaya menjaga pasokan dan menekan harga di pasar. Dalam paparannya, Hermawan menyebut penyaluran beras SPHP sebanyak 126.000 ton kembali digelontorkan ke seluruh Indonesia, disertai bantuan pangan yang berlangsung hingga Desember.
“Ini sekarang lagi digelontorkan lagi 126.000 ton beras SPHP di seluruh Indonesia, dan bantuan pangan sekarang mengalir lagi sampai dengan Desember. Insya Allah bisa mengurangi masalah-masalah kenaikan harga yang ada di pasaran,” katanya.
Hermawan menambahkan, pemerintah akan terus mengawasi peredaran pangan dan menindak pelaku usaha yang mengambil keuntungan dengan cara merugikan konsumen.
“Yang jadi masalah ini adalah kenapa sampai hilirnya kadang mahal, ada sebagian yang normal. Itu dikarenakan adanya oknum-oknum yang bermain,” tuturnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...