Pramono Ingin Pasar Baru Jadi Myeongdong, Akses TransJakarta Bakal Diperluas

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan Pasar Baru sebagai pusat kuliner yang beroperasi selama 24 jam, menyerupai kawasan Myeongdong di Korea Selatan. Rencana ini menjadi bagian dari penataan kawasan bersejarah Jakarta yang akan didukung penguatan akses transportasi publik, termasuk layanan TransJakarta.

Pramono mengatakan, Pasar Baru, Glodok Pancoran, dan Kota Tua akan dikembangkan menjadi pusat aktivitas baru di Jakarta. Penataan ketiga kawasan tersebut akan diselaraskan dengan pembangunan transportasi, termasuk proyek MRT yang disebutnya ditargetkan rampung pada 2027 untuk tahap yang dimaksud.

“Ketika proyek MRT rampung pada tahun 2027 dan tahap akhir di Kota Tua pada tahun 2029, Jakarta telah bersiap untuk memadukan Pasar Baru, Glodok Pancoran, dan Kota Tua menjadi pusat (hub) baru di Jakarta,” ujar Pramono dalam sambutannya pada 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, dikutip Holopis.com, Jumat (23/10).

Ia mengatakan, pengembangan Pasar Baru akan difokuskan pada aktivitas kuliner agar kawasan tersebut semakin menarik untuk dikunjungi masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menghidupkan kembali kawasan itu dengan memanfaatkan potensi sejarah dan lokasinya.

“Kami menyiapkan Pasar Baru untuk beroperasi 24 jam dengan pusat kuliner dari berbagai penjuru, sehingga Pasar Baru diharapkan bisa menjadi seperti Myeongdong versi Jakarta,” kata Pramono.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pramono menyebut layanan TransJakarta juga akan diperkuat di kawasan Pasar Baru dan Glodok Pancoran. Penambahan layanan ini diharapkan memudahkan masyarakat mengakses kawasan yang akan direvitalisasi.

“Nanti TransJakarta juga makin banyak yang akan berhenti di tempat itu,” ujarnya.

Glodok dan Kota Tua Ikut Dikembangkan

Selain Pasar Baru, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Glodok Pancoran sebagai kawasan yang mempertahankan karakter sejarah dan identitas komunitas Tionghoa. Pramono ingin kawasan tersebut menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi masyarakat untuk berkunjung.

“Begitu pula dengan Glodok Pancoran, kami menyiapkan kawasan Glodok Pancoran yang kaya akan nilai sejarah ini sebagai bagian dari pusat komunitas Tionghoa, sekaligus menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk dikunjungi,” tuturnya.

Sementara itu, Kota Tua direncanakan dikembangkan dengan konsep wine & dine yang menyasar segmen menengah atas. Pramono berharap penataan kawasan tersebut mulai direalisasikan pada 2028 melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Di sisi lain, Pramono juga menyoroti Blok M sebagai contoh kawasan yang berkembang berkat perpaduan aktivitas kreatif dan transportasi publik. Kawasan tersebut kini menjadi salah satu tujuan populer bagi anak muda dengan beragam pilihan kuliner, musik, bisnis lokal, dan komunitas kreatif.

“Blok M juga terhubung langsung dengan jaringan MRT dan TransJakarta, sehingga memudahkan masyarakat untuk berkunjung. Ini membuktikan bagaimana transportasi publik dan aktivitas kreatif dapat saling mendukung,” kata Pramono.

Pemprov DKI Jakarta berharap integrasi transportasi dan revitalisasi kawasan dapat memperluas pusat kegiatan ekonomi, kuliner, dan kreatif di ibu kota.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Darin Brenda Iskarina
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU