Atasi Abrasi Pantura, AHY dan Ahmad Luthfi Andalkan Teknologi HexBricks di Demak

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mulai mengandalkan pendekatan berbasis alam dan teknologi inovatif untuk menghadapi ancaman abrasi serta banjir rob yang terus membayangi pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penanaman mangrove dengan dukungan teknologi HexBricks di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Senin (19/10/2026).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau sekaligus melakukan penanaman mangrove di kawasan tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan solusi perlindungan pesisir berbasis alam atau Nature-Based Solutions (NbS).

Teknologi HexBricks yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) digunakan untuk mendukung pemulihan ekosistem mangrove. Inovasi tersebut dipadukan dengan guludan dan struktur bambu sebagai bagian dari kawasan percontohan perlindungan pesisir di Timbulsloko.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, penanaman mangrove menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi dampak abrasi dan banjir rob yang mengancam wilayah pesisir Jawa Tengah.

“Upaya hari ini adalah upaya pencegahan, yaitu dengan penanaman mangrove,” kata Luthfi dalam keterangan resminya, dikutip Holopis.com, Senin (19/10/2026).

Mangrove dan HexBricks

Luthfi menjelaskan, tantangan perlindungan pesisir di Jawa Tengah cukup besar karena wilayah tersebut memiliki garis pantai utara sepanjang 651 kilometer yang mencakup 17 kabupaten/kota.

Kerusakan pesisir, banjir rob, dan penurunan muka tanah menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan terpadu. Karena itu, upaya pemulihan ekosistem melalui penanaman mangrove perlu didukung inovasi yang sesuai dengan karakteristik kawasan pesisir.

Salah satu program yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah adalah gerakan Mageri Segoro. Sepanjang 2025, program tersebut mencatat penanaman sekitar 2,34 juta batang mangrove di lahan seluas 257 hektare.

Penanaman itu tersebar di 107 desa, 54 kecamatan, dan 17 kabupaten/kota.

Luthfi berharap penerapan teknologi HexBricks dapat mendukung keberhasilan pemulihan mangrove sekaligus memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.

Adapun kawasan percontohan di Timbulsloko mencakup area bakau seluas 6,56 hektare. Penanaman tahap awal dilakukan pada area seluas 1.200 meter persegi.

Efektivitas penerapan teknologi tersebut akan dievaluasi melalui pemantauan pertumbuhan mangrove, proses sedimentasi, kinerja struktur pelindung, serta manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat sekitar.

AHY: HexBricks Buka Peluang Ekonomi bagi Warga Pesisir

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY menjelaskan, mangrove memiliki peran penting dalam membantu meredam energi gelombang laut sehingga dapat mengurangi dampak abrasi di kawasan pesisir.

Selain manfaat ekologis, penggunaan HexBricks juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Hal ini karena modul teknologi tersebut diproduksi oleh warga di kawasan pesisir.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU