Baru 755 Ribu dari 7 Juta Pasien Hipertensi Berobat, Menkes Ungkap Kendalanya

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan rendahnya tindak lanjut pengobatan bagi masyarakat yang terdeteksi mengalami hipertensi melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dari sekitar 7 juta orang yang terdeteksi hipertensi pada 2025, baru 755 ribu orang yang mendapatkan pengobatan.

Budi mengatakan, salah satu kendala penanganan hipertensi adalah anggapan masyarakat bahwa tekanan darah tinggi tidak menjadi masalah selama tubuh masih terasa sehat. Persepsi tersebut membuat sebagian orang kurang menyadari pentingnya menjalani pengobatan meski telah mengetahui kondisi kesehatannya.

“Banyak masyarakat merasa kalau mereka darah tinggi, mereka tuh masih sehat. Itu tuh masih banyak tuh di psikologisnya orang Indonesia,” kata Budi dalam pemaparan dua tahun kinerja Kemenkes di kantor Kemenkes, Jakarta, dikutip Holopis.com, Kamis (22/10).

Menurut Budi, anggapan bahwa tubuh yang masih terasa sehat berarti tidak mengalami masalah juga ditemukan pada masyarakat dengan kadar gula darah tinggi. Sebagian orang tetap merasa bugar meski kadar gula darahnya mencapai angka yang berisiko bagi kesehatan.

“Banyak yang merasa, ‘Ah gula saya 200, gula saya tuh bisa 300 atau 400, tapi saya masih ini kok, badannya masih rasanya enak’. Itu membutuhkan edukasi,” ujarnya.

Karena itu, Budi menilai edukasi kesehatan perlu diperkuat agar masyarakat memahami risiko penyakit yang dapat muncul meski belum menimbulkan keluhan fisik. Dalam program CKG, Kementerian Kesehatan memprioritaskan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh (BMI) karena keempat faktor tersebut berkaitan erat dengan risiko penyakit serius.

“Utamanya yang kita prioritaskan dalam cek kesehatan gratis adalah tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan juga BMI (Body Mass Index). Karena empat hal itu adalah faktor risiko paling besar yang menyebabkan terjadinya stroke, jantung, atau ginjal,” tutur Budi.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah juga berupaya memastikan hasil pemeriksaan CKG ditindaklanjuti dengan penanganan medis. Langkah ini menjadi penting karena keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah masyarakat yang menjalani skrining, tetapi juga dari jumlah orang yang mendapatkan pengobatan setelah terdeteksi memiliki faktor risiko penyakit.

Budi menjelaskan, pada 2025 pemerintah lebih berfokus pada skrining untuk menemukan masyarakat yang memiliki masalah kesehatan. Dari sekitar 73 juta orang yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 7 juta orang terdeteksi hipertensi dan 755 ribu orang mendapatkan pengobatan.

“Tahun lalu kita fokus ke skrining, di mana 73 juta diskrining, 7 juta ketemu hipertensi, dan 755 ribu diobati,” papar Budi.

Memasuki tahun ini, Kementerian Kesehatan mulai menggeser fokus program pada penanganan dan perawatan pasien. Pemerintah juga menyediakan pengobatan gratis di Puskesmas agar masyarakat yang membutuhkan dapat melanjutkan pemeriksaan ke tahap pengobatan.

“Tahun ini kita masuk ke tatalaksana dan perawatannya. Pengobatan di Puskesmas ini sifatnya gratis. Target kita adalah memastikan seluruh masyarakat kita sehat,” kata Budi.

Meski akses pengobatan telah disediakan, Budi mengakui persentase masyarakat yang mendapatkan pengobatan setelah terdeteksi melalui skrining masih rendah, yakni sekitar 8 hingga 11 persen. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya meningkatkan capaian tersebut secara bertahap dengan mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat dan penanganan penyakit.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Khoirudin Ainun Najib
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU