HOLOPIS.COM, JAKARTA – Segelas matcha yang terlihat menyegarkan ternyata bisa mengandung tiga hingga empat sendok gula. Hal ini diungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menjelaskan pentingnya label gizi Nutri-Level untuk membantu masyarakat mengenali kandungan gula dalam minuman siap saji.
Melalui video yang diunggah di akun TikTok pribadinya, Budi memperlihatkan contoh minuman sekaligus menjelaskan arti setiap kategori Nutri-Level. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kandungan gula sebelum membeli minuman favorit.
“Saya tidak menyangka bahwa satu gelas matcha ini causes isinya adalah 3 sampai 4 sendok gula,” kata Budi dalam video tersebut, dikutip Holopis.com, Jumat (23/10).
Menurutnya, pencantuman label Nutri-Level penting agar konsumen bisa mengetahui gambaran kandungan gula dalam minuman yang dibeli. Dengan begitu, masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan minuman berdasarkan informasi gizi, bukan hanya rasa atau tampilannya.
“Makanya penting banget kan untuk pasang label ini di setiap minuman siap saji, biar kalian tersindir dan tersadar!” ujarnya.
Mengenal Nutri-Level A hingga D
Budi kemudian menjelaskan empat kategori Nutri-Level yang dibedakan berdasarkan huruf dan warna. Label ini dirancang untuk memudahkan konsumen mengenali tingkat kandungan gula dalam minuman siap saji.

Level A merupakan kategori minuman tanpa penambahan pemanis. Budi mencontohkan Americano sebagai salah satu minuman dalam kategori tersebut.
“Level A itu tidak ada pemanis tambahan, contohnya ini Americano,” jelasnya.
Berikutnya, Level B ditujukan untuk minuman yang menggunakan gula alami tambahan, seperti gula pasir. Salah satu contohnya adalah teh manis.
“Level B adalah minuman yang ditambah gula alami seperti gula pasir ini, contohnya teh manis,” kata Budi.
Sementara itu, Level C dan D mencakup kategori minuman dengan kandungan gula lebih tinggi sesuai klasifikasi Nutri-Level. Budi mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan minuman dalam kedua kategori tersebut sebagai konsumsi harian.
“Yang level C dan D, manis atau enggak manis, ada pemanis buatannya. Itu tidak saya rekomendasikan setiap hari,” ujarnya.
Budi juga menjelaskan bahwa perbedaan kategori C dan D berkaitan dengan jumlah gula dalam minuman. Karena itu, konsumen yang tetap ingin membeli minuman tersebut dapat meminta barista mengurangi tingkat kemanisannya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...