HOLOPIS.COM, JAKARTA— Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap ketidaksesuaian mutu beras fortifikasi yang dipasarkan dengan klaim beras premium. Hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 90 persen produk yang ditemukan dalam pengawasan tersebut ternyata menggunakan beras medium, tetapi dijual dengan harga jauh lebih tinggi.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Brigjen Pol. Hermawan, mengatakan beras medium yang harganya Rp13.500 per kilogram seharusnya hanya memerlukan tambahan sekitar Rp1.000 untuk pencampuran kernel sebagai sumber vitamin dalam proses fortifikasi.
“Bahwa 90% yang ditemukan oleh tim Bapanas beserta Bareskrim yang klaimnya kalau fortifikasi adalah beras premium, faktanya adalah beras medium,” kata Hermawan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurut Hermawan, berdasarkan perhitungan ahli Bapanas, harga beras medium tersebut setelah ditambahkan kernel seharusnya sekitar Rp14.500 per kilogram. Namun, harga jual produk yang ditemukan di lapangan mencapai Rp23.000 hingga Rp57.000 per kilogram.
“Artinya dengan beras medium yang dia jual, yang dia klaim premium, harusnya Rp13.500 tambah Rp1.000, itu harusnya jualannya Rp14.500,” ujarnya.
Hermawan menilai selisih harga tersebut menunjukkan tingginya keuntungan yang diperoleh dari penjualan beras fortifikasi. Terlebih, hasil pemeriksaan laboratorium juga menemukan ketidaksesuaian kandungan gizi dengan informasi yang dicantumkan pada kemasan.
“Setelah pemeriksaan lab, ternyata kandungan gizinya semuanya tidak benar gitu. Ada 90% itu tidak benar,” kata Hermawan.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan juga menemukan produk yang tidak menggunakan vitamin sama sekali, sementara produk lainnya memiliki kandungan zinc dan vitamin B yang jauh dari klaim pada label.
“Jadi semuanya ada yang tidak pakai sama sekali vitamin, ada yang kurang persennya jauh sekali dari yang diinginkan oleh masyarakat, seperti zink, vitamin B, nah itu sangat jauh yang diharapkan oleh masyarakat,” tuturnya.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...