Beras Premium Langka di Ritel Modern, Bapanas Buka-bukaan soal Penyebabnya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penarikan 25 merek beras dengan klaim fortifikasi bermasalah berdampak pada ketersediaan beras premium di sejumlah ritel modern. Namun, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kondisi pasokan dan harga beras premium secara umum masih terkendali.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan mengatakan, keterbatasan stok yang terlihat di sejumlah ritel modern tidak mencerminkan kondisi pasokan beras premium secara keseluruhan. Sebab, ketersediaan beras premium dan medium di pasar tradisional masih cukup banyak.

“Kalau terkait beras premium, itu stoknya ada di pasar tradisional. Jadi beras premium dan medium di pasar tradisional itu banyak,” kata Hermawan dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Minggu (4/10/2026).

Menurut Hermawan, persoalan pasokan lebih terlihat pada jaringan ritel modern setelah sejumlah produsen menghentikan peredaran produk beras fortifikasi bermasalah.

Sejumlah produsen sebelumnya memasok produk tersebut ke ritel modern. Namun, setelah produk ditarik dan produsen tidak diperbolehkan kembali memproduksinya, pasokan beras premium di kanal tersebut ikut terdampak.

Kondisi itu menjadi perhatian Bapanas karena berpotensi dimanfaatkan oknum tertentu untuk menaikkan harga beras premium secara tidak wajar.

- Advertisement -

Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi tersebut belum menunjukkan adanya kelangkaan beras premium di pasar secara keseluruhan. Pasokan di pasar tradisional masih tersedia dan harga berada dalam batas kewajaran.

Hal itu terlihat dari hasil pemantauan Bapanas bersama Satgas Pangan Polri di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta. Harga beras premium di tingkat distributor tercatat sekitar Rp14.200 per kilogram.

Harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium Zona I yang mencakup Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi.

Untuk wilayah tersebut, HET beras premium ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram. Dengan demikian, harga di tingkat distributor Pasar Induk Beras Cipinang masih lebih rendah sekitar Rp700 per kilogram dari batas HET.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perdagangan beras premium masih berada dalam kondisi terkendali meski terjadi penyesuaian pasokan di sejumlah ritel modern.

Hermawan menjelaskan, perbedaan kondisi pasokan antara ritel modern dan pasar tradisional juga berkaitan dengan struktur penjualan masing-masing kanal.

Menurut dia, ritel modern menerapkan potongan penjualan yang membuat margin yang diterima produsen menjadi lebih terbatas dibandingkan ketika produk dipasarkan melalui pasar tradisional.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU