HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, mengungkapkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencapai 61,4 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan atau approval rating Presiden Prabowo tercatat sebesar 57,6 persen.
Ali menyampaikan data tersebut dalam pemaparan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, tingkat kepercayaan dan kepuasan merupakan dua indikator berbeda dalam mengukur penilaian masyarakat terhadap pemerintah.
“Nah, ini yang lagi ramai. Seperti apa kemudian approval rating pemerintah hari ini? Ini data memang sudah lama ya, tiga bulan yang lalu. Ini kalau kita bicara approval rating Presiden Prabowo itu di angka 57,6%. Kalau kita bicara kepercayaan pemerintah itu di angka 61,4%,” kata Ali dalam diskusi dalam pemaparannya saat diskusi dalam hasil survei ASI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, kepercayaan berkaitan dengan keyakinan masyarakat terhadap pemerintah, sedangkan kepuasan lebih berkaitan dengan penilaian terhadap kinerja yang dirasakan. Karena itu, perbedaan kedua angka tersebut perlu diperhatikan dalam membaca persepsi publik terhadap kepemimpinan Prabowo.
“Kalau kepercayaan itu yang itu sesuatu yang bersifat intangible, yang enggak terlihat. Kalau kepuasan itu yang terlihat,” ujarnya.
Ali menilai, meskipun tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode 100 hari pertama pemerintahan, tingkat kepercayaan yang masih berada di atas 60 persen dapat menjadi modal bagi pemerintah untuk memperbaiki penilaian masyarakat.
“Kalau bicara approval rating memang kalau kita komparasi dengan 100 hari pemerintahan memang ada tren menurun, tetapi saya melihat ini masih ada nuansa optimistik karena tingkat kepercayaan itu masih 60%. Sehingga ini modalitas pemerintahan Prabowo untuk kemudian rebound kembali,” tutur Ali.
Di sisi lain, Ali mengingatkan pemerintah agar memperhatikan persoalan yang dirasakan langsung masyarakat, terutama harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, dan kemiskinan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi secara makro perlu diikuti perbaikan kondisi ekonomi sehari-hari agar masyarakat turut merasakan manfaat kebijakan pemerintah.
“Jadi PR dari pemerintah hari ini adalah bagaimana mikroekonomi diselesaikan dan bagaimana komunikasi publik itu juga kemudian dilakukan dengan baik ya, tepat dan akurat,” kata Ali.




