HOLOPIS.COM, JAKARTA – Hasil studi opinion leaders yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terbaru menemukan, dalam skala 0 sampai 10, Mahfud MD hingga Dedi Mulyadi menempati urutan teratas sebagai sosok yang punya skor kualitas kepemimpinan tertinggi.
Studi ini dilakukan pada September 2026. SMRC menggelar survei melibatkan 200 ahli berbagai disiplin ilmu dan tokoh media. Mereka diminta menilai kualitas kepemimpinan 31 tokoh yang potensial menjadi Presiden 2029.
Nama-nama tokoh potensial tersebut berasal dari pemimpin nasional yang sekarang menjabat, mantan calon-calon presiden dan wakil presiden yang pernah bertarung, ketua-ketua partai, kepala daerah potensial, aktivis, dan lain-lain.
“Kami mensurvei profesor, doktor, intelektual publik yang PhD dan mantan Pimred, jurnalis senior. Pemilih umumnya tak cukup punya informasi menilai calon presiden secara mendalam. Karena itu, kami bertanya kepada kelompok yang relatif lebih tahu tentang tokoh-tokoh ini, dan diharap menjadi bahan pertimbangan pemilih agar memilih pemimpin yang bervisi demokratik-transformatif,” papar Pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani.
Hal itu diungkap Mujani saat diskusi publik dan rilis survei SMRC Kepemimpinan Nasional Demokratik Transfromatif 2029: Studi Evaluasi Opinion Leders di Auditorium Prof. Bahtiar Effendy di Gedung FISIP UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (15/10/2026).

Diterangkan Mujani, mayoritas opinion leaders menilai kapabilitas, empati, integritas, akseptabilitas, pluralis-inklusif, mampu memimpin, komitmen pada demokrasi, komitmen pada kesejahteraan umum, komitmen pada profesionalisme angkatan bersenjata dan polisi, serta komitmen pada politik luar negeri, bebas aktif sangat atau cukup penting dimiliki seorang calon presiden atau wakil presiden.
“Integritas dinilai sebagai sifat yang paling penting, selanjutnya kapabilitas, komitmen pada kesejahteraan umum, komitmen pada demokrasi, dan mampu memimpin,” paparnya.
Secara rata-rata, Mahfud MD dinilai sebagai tokoh yang memiliki kualitas personal atau kualitas kepemimpinan demokratik-transformatif paling tinggi dengan rata-rata skor 7.6, dalam skala 0-10.
Selanjutnya dengan skor yang sama, Anies Baswedan (7), Basuki Tjahaja Purnama (7), Dedi Mulyadi (7), Pramono Anung Wibowo (7), Zainal Arifin Mochtar (7). Kemudian, Sri Mulyani Indrawati (6.9), Ganjar Pranowo (6.8), Retno Marsudi (6.8), Usman Hamid (6.7), Sherly Tjoanda Laos (6.7), Bivitri Susanti (6.7), Saldi Isra (6.7), Feri Amsari (6.7), Agus Harimurti Yudhoyono (6.5), Megawati Soekarnoputri (6.4), Sudirman Said (6.3), Sukidi (6.3), dan Yusril Ihza Mahendra (6). Tokoh-tokoh lain mendapat skor di bawah 6.
Mujani merinci, Mahfud MD dinilai para opinion leaders sebagai tokoh dengan kualitas kepemimpinan demokratik-transformatif paling tinggi di antara 31 tokoh yang dinilai.
Mahfud unggul di hampir semua ukuran. Ia mendapat skor tertinggi untuk kapabilitas (7.6), empati (7.3), pluralis-inklusif (7.7), kemampuan memimpin (7.6), dan komitmen pada profesionalisme TNI-Polri (7.8). Untuk komitmen pada politik luar negeri bebas aktif, ia berada di urutan kedua (7.7), sedikit di bawah Retno Marsudi (7.8).
Adapun Dedi Mulyadi, Mujani menjelaskan, Gubernur Jawa Barat ini menonjol pada ukuran empati, sikap pluralis-inklusif, dan kemampuan memimpin. Untuk empati, skornya 7.1, untuk sikap pluralis-inklusif, skornya 7.2. Sementara untuk kemampuan memimpin, yakni bisa bekerja, tegas, dan bisa mengambil keputusan, skornya 7.3.



