Indonesia Bidik Pasar Modest Fashion Global Rp7.960 Triliun pada 2029

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indonesia berupaya memperkuat daya saing industri modest fashion di pasar global yang diproyeksikan mencapai 444 miliar dolar AS atau sekitar Rp7,96 kuadriliun pada 2029. Penguatan industri dinilai perlu dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, pembinaan perajin, dan perluasan akses pasar internasional agar jenama lokal mampu bersaing dengan pelaku industri dari negara lain.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman, mengatakan Indonesia menempati peringkat pertama dunia untuk sektor modest fashion berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE). Capaian tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat perannya dalam industri modest global.

“Indonesia harus tetap menjadi pemain utama dan kita harus menentukan tren daripada modest fashion dunia,” kata Aida saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di JICC, Senayan, Jakarta Pusat, dikutip Holopis.com, Rabu (14/10).

Aida menjelaskan, potensi industri modest fashion didukung oleh besarnya pengeluaran konsumen Muslim dunia. Berdasarkan data yang disampaikannya, pengeluaran konsumen Muslim secara global mencapai 2,34 triliun dolar AS atau sekitar Rp41,96 kuadriliun, dengan sekitar 20 persen dialokasikan untuk modest fashion.

“Pengeluaran kaum muslimin nya dunia itu 2,34 triliun US Dollar. Sekitar 20 persen itu untuk modest fashion,” ujar Aida.

Peragaan Busana Holopis 1
Peragaan modest fashion dalam IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di JICC, Senayan, Jakarta Pusat. [Foto: Holopis.com/Vhina]

Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat. Pada 2029, pengeluaran konsumen Muslim dunia diperkirakan mencapai 3,5 triliun dolar AS atau sekitar Rp62,76 kuadriliun. Sementara itu, nilai pasar modest fashion diproyeksikan menembus 444 miliar dolar AS atau sekitar Rp7,96 kuadriliun.

Besarnya potensi pasar tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas jangkauan produk lokal. Namun, menurut Aida, peluang itu perlu diikuti penguatan ekosistem industri agar pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus menjangkau konsumen internasional.

Penguatan Industri dari Perajin hingga Pasar Global

Aida menilai, pengembangan modest fashion perlu dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut mencakup pembinaan perajin, peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan kualitas produk, hingga perluasan akses pemasaran.

“Pada kali ini kami melakukan pilot project bersama-sama dengan Kementerian Perdagangan, tapi tentunya kami akan sangat welcome untuk Bapak, Ibu sekalian untuk ikut bersama-sama memastikan ekosistem modest fashion yang terintegrasi,” kata Aida.

Dalam hal ini, Bank Indonesia, menurut Aida, berfokus pada penguatan sektor hulu melalui pembinaan perajin wastra Nusantara, peningkatan kemampuan pelaku usaha, serta pengembangan kualitas produk lokal.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan, lanjutnya, berperan memperkuat sektor hilir melalui akses pasar seperti promosi, penjajakan kerja sama bisnis atau business matching, serta perluasan jaringan pembeli domestik dan internasional.

“Sementara dari Kementerian Perdagangan memastikan bagaimana konektivitas dengan pasar, promosi, kemudian juga melakukan business matching, dan jejaring buyer domestik maupun internasional,” lanjutnya.

Menurut Aida, penguatan industri modest fashion ini tidak dapat bertumpu pada satu pihak. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, desainer, perajin, dan sektor jasa pendukung diperlukan untuk membangun rantai pasok yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Melalui pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam perdagangan modest fashion global. Penguatan kapasitas produksi dan akses pasar juga menjadi bagian penting agar potensi ekonomi industri ini dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha dalam negeri.

Trend Forecasting Jadi Acuan Pengembangan Produk

Selain meningkatkan kualitas produk dan memperluas pemasaran, pelaku industri modest fashion perlu memahami perubahan tren pasar. Salah satu upaya yang disiapkan ialah penyusunan Trend Forecasting 2027-2028 sebagai acuan untuk membaca perkembangan warna, material, dan arah gaya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Darin Brenda Iskarina
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU