HOLOPIS.COM, TANJUNG PANDAN — Kedai kopi legendaris Kong Djie Coffee yang berdiri sejak tahun 1943 di Tanjung Pandan, Belitung, hingga kini masih terus beroperasi aktif dan menjadi magnet utama wisata kuliner lokal.
Kedai pusat yang berlokasi di persimpangan Jalan Siburik ini konsisten mempertahankan cita rasa khas kopi tradisional Peranakan yang telah diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari delapan dekade.
Usaha kopi bersejarah ini pertama kali dirintis oleh Ho Kian Kie, seorang warga keturunan Tionghoa yang memadukan keahlian menyeduh kopi khas daerah asalnya dengan preferensi lidah masyarakat lokal Belitung.
Salah satu daya tarik utama Kong Djie Coffee terletak pada proses penyeduhan unik yang masih menggunakan ceret kuningan bertubuh tinggi serta saringan kain tradisional panjang.
Barista di kedai ini secara lihai menuangkan air mendidih dari ketinggian tertentu ke dalam saringan kain, menghasilkan ekstraksi kopi berkarakter kuat dengan pekatnya aroma yang khas.
Biji kopi yang digunakan merupakan racikan khusus yang memadukan biji kopi Robusta berkualitas asal Lampung dan Arabika, diolah melalui proses penyangraian tradisional.
Menu andalan yang paling banyak dipesan oleh para pengunjung adalah Kopi O, yakni varian kopi hitam pekat tanpa susu dengan paduan rasa pahit dan keasaman yang seimbang.
Selain Kopi O, varian Kopi Susu dengan kombinasi susu kental manis juga menjadi favorit karena menyajikan tekstur gurih serta rasa manis yang halus di lidah.
Sebagai pelengkap tradisi minum kopi, kedai ini menyediakan hidangan pendamping sederhana seperti singkong goreng renyah, roti bakar, hingga gorengan hangat khas Belitung.
Suasana kedai pusat Kong Djie sengaja dipertahankan dengan nuansa nostalgia yang sederhana, mengandalkan bangku kayu serta susunan meja rapat yang akrab.
Ruang publik bernilai sejarah ini senantiasa menjadi tempat berkumpulnya berbagai kalangan masyarakat, mulai dari warga lokal, pekerja seni, hingga wisatawan domestik dan mancanegara.
Seiring berjalannya waktu dan tingginya minat masyarakat, brand Kong Djie Coffee kini telah meluas ke berbagai kota besar di Indonesia melalui sistem kemitraan.
Meskipun ribuan cabang kemitraan telah menyebar di luar pulau, kedai pusat di Tanjung Pandan tetap mempertahankan penggunaan tungku pemanas asli demi menjaga keotentikan rasa.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...