JAKARTA – Pakar hukum tata negara Denny Indrayana kembali menyoroti isu ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kali ini, sorotan Denny tertuju pada surat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra, Australia, mengenai sosialisasi penyetaraan ijazah pendidikan dasar dan menengah.
Surat bernomor 1425/SRK/08/2026/08 tertanggal 19 Agustus 2026 itu ditujukan kepada pelajar dan mahasiswa Indonesia di Australia. Dalam surat tersebut, KBRI Canberra mengundang masyarakat untuk mengikuti sosialisasi daring mengenai prosedur dan layanan penyetaraan ijazah pendidikan dasar dan menengah yang diperoleh dari luar negeri.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 10.00-12.00 WIB atau 13.00-15.00 AEST.
Surat itu menyebut sosialisasi ditujukan untuk memberikan pemahaman mengenai layanan penyetaraan ijazah bagi pelajar yang sedang menempuh pendidikan dasar dan menengah, seperti SD, SMP, SMA atau sederajat, maupun jenjang Primary School, High School, dan College di Australia.
Namun, Denny mempertanyakan alasan KBRI Canberra secara khusus menggelar sosialisasi terkait penyetaraan ijazah pendidikan dasar dan menengah tersebut.
Melalui pernyataannya, Denny mempertanyakan apakah kegiatan tersebut merupakan agenda yang baru disiapkan oleh KBRI Canberra.
“Sosialisasi Penyetaraan Ijazah Pendidikan Dasar dan Menengah? Apakah ini kegiatan mendadak dari Kedutaaan Besar RI di Canberra, Australia?” kata Denny, Kamis (20/8/2026).
Ia juga mempertanyakan mengapa cakupan sosialisasi hanya menyasar pendidikan dasar dan menengah, bukan ijazah perguruan tinggi.
“Kenapa yang disosialisasikan hanya Dikdasmen? Kenapa tidak ijazah PT? Kok, meng-Gibran banget ya?” ujarnya.
Pernyataan tersebut kembali mengaitkan isu penyetaraan ijazah dengan polemik mengenai dokumen pendidikan Gibran yang selama ini menjadi perhatian Denny.
Denny Masih Tantang Gibran Tunjukkan Ijazah SMA
Denny diketahui masih mempertahankan tantangannya kepada Gibran maupun pihak lain untuk menunjukkan dokumen ijazah SMA atau sederajat milik Wakil Presiden tersebut.
Tantangan itu sebelumnya dikemas dalam bentuk sayembara dengan hadiah Rp1,2 miliar bagi pihak yang dapat membuktikan keberadaan atau menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Gibran sesuai dengan ketentuan yang dipersoalkan.

Dalam merespons surat KBRI Canberra kali ini, Denny kembali mengajak publik memberikan pandangan mengenai adanya agenda sosialisasi penyetaraan ijazah pendidikan dasar dan menengah tersebut.



