HOLOPIS.COM, JAKARTA – EDABU BPJS BOT mendadak viral di Telegram karena diklaim bisa mengakses data pribadi. Faktanya, BPJS Kesehatan menegaskan bot tersebut bukan layanan resmi.
Nama EDABU BPJS BOT mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Bot yang beredar di aplikasi Telegram itu diklaim mampu menampilkan berbagai data pribadi, mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), data perusahaan hingga informasi gaji hanya dengan menggunakan sistem token berbayar.
Klaim tersebut langsung memicu kekhawatiran masyarakat.
Tidak sedikit warganet yang mengira bot itu merupakan layanan resmi milik BPJS Kesehatan karena menggunakan nama “EDABU” yang selama ini sudah dikenal sebagai platform administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk badan usaha.
Namun, anggapan tersebut dipastikan tidak benar.
BPJS Kesehatan memberikan klarifikasi bahwa EDABU BPJS BOT di Telegram bukan merupakan layanan resmi dan sama sekali tidak memiliki hubungan dengan institusi maupun sistem teknologi informasi yang mereka kelola.
Dalam penjelasan resminya, BPJS Kesehatan juga menegaskan bahwa data yang ditampilkan atau bahkan diperjualbelikan melalui bot tersebut bukan berasal dari sistem BPJS Kesehatan.
Agar tidak terjadi kesalahpahaman, masyarakat perlu memahami bahwa eDABU merupakan singkatan dari Elektronik Data Badan Usaha.
Platform ini merupakan layanan digital resmi BPJS Kesehatan yang dibuat khusus untuk membantu perusahaan mengelola administrasi kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Melalui eDABU, perusahaan dapat melakukan berbagai layanan administrasi secara daring tanpa harus datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan.
Beberapa layanan yang tersedia antara lain pendaftaran pekerja baru sebagai peserta JKN, pembaruan data kepesertaan, penambahan anggota keluarga peserta, perubahan status atau mutasi pekerja, hingga penonaktifan kepesertaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena diperuntukkan bagi badan usaha, akses ke platform ini tidak dibuka untuk umum.



