Para pakar keamanan siber juga mengingatkan bahwa data yang beredar di platform ilegal sering kali berasal dari berbagai sumber.
Data tersebut bisa merupakan gabungan dari kebocoran lama, hasil pengumpulan dari berbagai platform, maupun basis data yang telah lama beredar di forum digital.
Karena itu, kemunculan suatu bot yang menggunakan nama institusi tertentu tidak otomatis membuktikan bahwa data berasal dari sistem institusi tersebut.
BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan digital yang mengatasnamakan lembaga pemerintah.
Untuk memperoleh informasi maupun layanan kepesertaan JKN, masyarakat diminta hanya menggunakan kanal resmi BPJS Kesehatan, seperti aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA, maupun Care Center 165.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak sembarangan membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya.
Viralnya EDABU BPJS BOT memang sempat memicu kekhawatiran publik.
Namun hingga saat ini, BPJS Kesehatan menegaskan bahwa bot tersebut bukan bagian dari layanan resmi mereka dan tidak dapat dijadikan bukti bahwa sistem BPJS mengalami kebocoran data.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap tenang, memverifikasi setiap informasi yang beredar di media sosial, serta selalu mengakses layanan kesehatan digital hanya melalui kanal resmi agar terhindar dari berbagai modus penipuan dan penyalahgunaan data pribadi.



