HOLOPIS.COM, JAKARTA – Topan Bavi yang menjadi badai terkuat melanda daratan China sepanjang tahun ini memaksa lebih dari 260.000 warga di Provinsi Liaoning, China timur laut, mengungsi dari rumah mereka akibat banjir yang meluas.
Otoritas setempat memperingatkan hujan lebat masih akan mengguyur wilayah tersebut hingga Selasa (15/7). Beberapa daerah bahkan diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ekstrem seiring Bavi terus membawa uap air tropis ke wilayah utara China.
Di Kota Shenyang, ibu kota Provinsi Liaoning, banjir menyebabkan sebuah mercusuar terlepas dari posisinya setelah kabel listrik bertegangan tinggi yang terhubung dengannya putus. Rekaman yang beredar di media sosial China memperlihatkan bangunan itu hanyut mengikuti arus banjir hingga melintasi jalan raya dan melewati bawah jembatan.
Akibat cuaca buruk, seluruh sekolah dan lembaga pendidikan di wilayah terdampak diperintahkan menghentikan kegiatan belajar mengajar. Layanan transportasi di sejumlah kota di timur laut China, termasuk Shenyang dan Jilin, juga mengalami gangguan besar.
Bavi pertama kali terbentuk di Samudra Pasifik sekitar 13 hari lalu. Setelah mencapai daratan di wilayah timur China pada Sabtu malam, struktur badai tersebut masih tetap bertahan sehingga menjadikannya siklon tropis dengan usia terpanjang di kawasan Asia-Pasifik sepanjang tahun ini.
Menurut para meteorolog China, Bavi mampu bertahan lebih lama karena inti hangat (warm core) di bagian pusat badai tetap terjaga. Kondisi itu membuat badai masih membawa cadangan uap air dalam jumlah besar meski telah memasuki daratan.
Saat ini Bavi telah melemah menjadi badai tropis dan bergerak menuju Semenanjung Korea. Namun, para ahli memperingatkan perlambatan pergerakan badai justru berpotensi memicu curah hujan yang lebih tinggi karena seluruh kelembapan yang dibawanya akan dilepaskan secara bertahap.
Otoritas China pun mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.


