JAKARTA, HOLOPIS.COM – SPKS mendorong koperasi petani sawit masuk bisnis biodiesel B50 agar petani tak hanya jadi pemasok TBS, tetapi ikut menikmati nilai tambah.
Petani sawit meminta pemerintah membuka ruang keterlibatan koperasi petani dalam industri biodiesel nasional seiring rencana implementasi program biodiesel B50.
Petani berharap tidak hanya berperan sebagai pemasok tandan buah segar (TBS), tetapi juga ikut menikmati nilai tambah dari bisnis hilirisasi sawit.
Desakan tersebut disampaikan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) saat melakukan audiensi dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Dalam pertemuan itu, SPKS bersama Sawit Watch dan sejumlah organisasi petani sawit menyampaikan aspirasi agar koperasi petani dapat masuk dalam rantai bisnis biodiesel nasional.
Ketua Umum SPKS Sabarudin mengatakan koperasi petani sawit memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari industri biodiesel karena telah memiliki basis anggota yang kuat di berbagai sentra perkebunan sawit.
Menurut dia, program B50 yang menjadi bagian dari strategi hilirisasi sawit nasional harus memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk kepada petani sebagai penghasil bahan baku utama.
“Meminta Komisi XII DPR RI untuk bisa memfasilitasi petani-petani sawit melalui koperasi petani untuk bisa menjadi pelaku dalam industri biodiesel. Ke depannya kita harapkan program biodiesel itu tidak hanya di perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga dikelola oleh petani sawit melalui koperasi,” ujar Sabarudin.
Ia menilai selama ini petani sawit lebih banyak berada di posisi hulu sebagai pemasok TBS, sementara nilai ekonomi terbesar dari pengolahan produk turunan sawit masih dinikmati oleh industri hilir.
Dengan masuknya koperasi petani ke sektor biodiesel, kata Sabarudin, petani dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar sekaligus memperkuat kelembagaan usaha petani sawit.
“Koperasi petani sawit harus diberikan kesempatan menjadi bagian dari rantai pasok biodiesel, sehingga petani tidak hanya menjual bahan baku, tetapi juga ikut dalam proses hilirisasi,” katanya.
SPKS menilai keterlibatan koperasi dalam industri biodiesel juga dapat memperkuat ketahanan energi nasional.
Sebab, petani yang menjadi bagian dari rantai nilai biodiesel akan memiliki peran lebih strategis dalam mendukung program energi terbarukan berbasis sawit.
Sementara itu, Komisi XII DPR RI menyambut positif usulan tersebut.
DPR mendorong agar pengembangan industri biodiesel ke depan dapat melibatkan lebih banyak pelaku usaha, termasuk koperasi petani sawit.
Keterlibatan koperasi dinilai dapat memperluas manfaat ekonomi program biodiesel, terutama bagi masyarakat di wilayah sentra produksi sawit.
SPKS berharap pemerintah segera menyiapkan kebijakan yang memberikan akses bagi koperasi petani sawit untuk masuk ke industri biodiesel.
Akses tersebut mencakup regulasi, pembiayaan, hingga skema kemitraan dengan pelaku industri.
Dengan begitu, petani sawit tidak hanya menjadi pemasok TBS, tetapi juga dapat mengambil peran dalam bisnis hilir yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dari komoditas sawit nasional.


