JAKARTA, HOLOPIS.COM – Ajukan diri jadi justice collaborator, jejak digital anak Sony Sonjaya dibongkar netizen, diduga terkait 7 dapur MBG yang kini jadi sorotan publik.
Kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataan lama mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, kembali viral di media sosial.
Dalam pernyataannya sebelum ditahan, Sony sempat mengungkap keterlibatan keluarganya dalam pengelolaan dapur MBG yang kini ramai diperbincangkan.
Sony Sonjaya, yang telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua pejabat lain dalam kasus dugaan korupsi MBG tahun anggaran 2025–2026, sebelumnya pernah menyampaikan klarifikasi terkait isu kepemilikan dapur MBG yang dikaitkan dengan dirinya dan keluarganya.
Namun, pernyataan tersebut kini kembali dipertanyakan publik setelah muncul klaim di ruang digital mengenai dugaan adanya jaringan dapur yang lebih luas.
Dalam sebuah wawancara yang kembali beredar, Sony dengan tegas membantah memiliki tujuh dapur MBG seperti rumor yang berkembang.
Namun ia mengakui bahwa anaknya memiliki dua titik dapur yang berkaitan dengan program tersebut bersama mitra lain.
“Saya nggak punya. Anak saya punya,” ujar Sony dalam tayangan yang kini viral kembali di media sosial.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai isu tujuh dapur MBG, Sony menepis hal tersebut dan menyebut angka itu bukan miliknya secara langsung.
Ia menduga adanya penggabungan kerja sama antara pihak-pihak lain yang membuat jumlah titik dapur terlihat lebih besar dari yang sebenarnya.
“Nggak, dua saja. Tujuh itu mungkin ada kawan-kawannya kemudian mau nebeng yayasan ya monggo silahkan,” katanya dalam wawancara tersebut.
Pernyataan itu kini kembali menjadi sorotan setelah netizen mengklaim menemukan jejak digital yang mengaitkan nama anak Sony dengan sejumlah dapur MBG di berbagai titik.
Isu tersebut berkembang cepat di media sosial dan memicu spekulasi mengenai pola kepemilikan serta pengelolaan dapur dalam program yang semestinya bertujuan meningkatkan layanan gizi masyarakat tersebut.
Di tengah mencuatnya kembali isu itu, publik juga menyoroti langkah hukum Sony Sonjaya yang disebut-sebut mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk membuka informasi lebih luas terkait dugaan praktik dalam tata kelola proyek MBG yang kini tengah diusut Kejaksaan Agung.
Kuasa hukum Sony sebelumnya menyebut kliennya merasa berada dalam tekanan dan mengaku tidak bekerja sendirian dalam pengambilan keputusan terkait program tersebut.
Ia juga menyinggung adanya pihak lain yang memiliki peran lebih besar dalam skema kerja sama mitra dapur MBG.
“Beliau merasa ada tekanan, ada atensi dari nama-nama besar yang akan disampaikan nanti,” ujar kuasa hukum Sony dalam keterangan sebelumnya.
Pernyataan itu semakin memperkeruh situasi, terlebih setelah Sony menyinggung bahwa penunjukan mitra dalam program MBG dilakukan secara kolektif oleh sejumlah pejabat di lingkungan BGN.
Ia juga menyebut bahwa proses pencarian mitra pada awal 2025 dilakukan secara terbuka karena tingginya kebutuhan pembangunan fasilitas dapur.
Namun, ketika aturan pembatasan jumlah SPPG per yayasan mulai diberlakukan, dinamika kerja sama tersebut berubah dan memunculkan berbagai interpretasi di publik terkait potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya.
Kasus ini sendiri telah menyeret nama-nama besar di lingkungan BGN, termasuk mantan Kepala BGN dan sejumlah pejabat lainnya yang kini berstatus tersangka.
Kejaksaan Agung sebelumnya telah melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan praktik jual beli titik SPPG dalam program MBG.
Sementara itu, viralnya kembali pernyataan Sony terkait kepemilikan dapur oleh anaknya menambah tekanan opini publik terhadap kasus ini.
Netizen bahkan menyoroti kemungkinan adanya pola pengelolaan tidak langsung melalui pihak keluarga dan jejaring relasi dalam proyek tersebut.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga terkait klaim terbaru yang beredar di ruang digital mengenai jumlah dapur MBG yang dikaitkan dengan anak Sony Sanjaya.
Aparat penegak hukum juga masih terus mendalami alur distribusi dan kemitraan dalam program yang kini menjadi salah satu kasus besar di sektor tata kelola pangan nasional tersebut.
Dengan terus berkembangnya informasi di publik, kasus MBG diperkirakan masih akan memunculkan fakta-fakta baru, terutama terkait hubungan antara pejabat, mitra yayasan, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan dapur layanan gizi tersebut.

