HOLOPIS.COM, BOGOR – Kehadiran motivator global asal Amerika Serikat, Tony Robbins, mencuri perhatian ribuan peserta dalam acara konsolidasi nasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Sentul, Bogor.
Tokoh pengembangan diri dunia itu hadir khusus atas undangan Presiden Prabowo dalam perhelatan bertajuk “500 Million Meals Challenge: Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition” di Sentul International Convention Center (SICC), Rabu (3/6).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memperkenalkan Robbins sebagai sahabat lama yang masa kecilnya penuh tantangan berat namun berhasil bangkit menjadi salah satu filantropis pangan terbesar di dunia.
“Beliau dari kecil menghadapi tantangan, orang tua beliau tukang parkir di Amerika, sekarang beliau menjadi salah satu yang terkaya di dunia, bukan terkaya materi tapi beliau salah satu mempelopori pemberian makan pada orang-orang yang kelaparan di seluruh dunia,” ujar Presiden Prabowo di hadapan belasan ribu peserta.
Presiden secara khusus meminta Robbins untuk membagikan pandangan inspiratifnya mengenai program MBG di hadapan 12.173 pelaku dan mitra pelaksana program yang hadir dari berbagai penjuru tanah air.
Selain menghadirkan tokoh dunia, Presiden Prabowo menegaskan kembali bahwa program MBG merupakan investasi strategis yang dirancang untuk melahirkan generasi emas Indonesia yang cerdas dan sehat.
Presiden menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak, melainkan juga dirancang sebagai mesin penggerak roda ekonomi di tingkat pedesaan.
“Kalau dapur-dapur berjalan dengan baik dan program ini terlaksana dengan benar, ekonomi desa akan hidup. Petani mendapat kepastian pasar, hasil produksinya terserap, dan masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik,” jelas Presiden Prabowo.
Program ini juga dinilai menjadi solusi nyata atas tantangan gizi buruk di berbagai daerah terpencil yang selama ini menghambat potensi tumbuh kembang anak-anak Indonesia secara optimal.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya yang turut mendampingi Presiden menilai program ini sebagai langkah ganda yang sangat cerdas.
“Program MBG tidak hanya berinvestasi pada kualitas generasi masa depan, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat di berbagai daerah melalui kolaborasi petani hingga UMKM,” ungkap Menteri Ekraf.
Menurut data pemerintah, ketika program ini berjalan penuh dengan puluhan juta penerima manfaat, rantai pasok dapur MBG diproyeksikan mampu menciptakan jutaan lapangan kerja baru secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengingatkan pesan penting Presiden agar seluruh tim di lapangan tidak main-main dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan.
“Bapak Presiden memberikan arahan bagaimana kita benar-benar menyediakan Makan Bergizi Gratis yang berkualitas untuk anak-anak Indonesia. Program ini bukan hanya intervensi gizi, tetapi juga menghidupkan ekonomi masyarakat di daerah,” tegas Nanik.
Acara akbar yang dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi demi memastikan pemerataan manfaat program gizi nasional tersebut.


