Erdogan Sindir Keras Israel, Provokasi Tel Aviv Jadi Pemicu Krisis Timur Tengah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali melontarkan kritik keras terhadap Israel. Erdogan geram dengan manuver Israel di tengah memanasnya situasi geopolitik Timur Tengah.

Dalam pernyataannya kepada wartawan saat penerbangan pulang dari Kazakhstan pada Jumat, Erdogan menegaskan bahwa stabilitas kawasan tak akan tercapai selama tindakan provokatif Israel masih terus berlangsung.

Menurut Erdogan, langkah-langkah yang dilakukan Israel justru menjadi salah satu faktor utama yang memperbesar konflik di Kawasan. Hal itu termasuk ketegangan terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

“Pertama, provokasi Israel harus dinetralisir, dan kemudian perdamaian sejati harus dibangun,” kata Erdogan dikutip dari Anadolu, Minggu, (17/52026).

Ia menilai Israel terus menjalankan provokasi tanpa henti yang berpotensi memperluas konflik di seluruh Timur Tengah demi kepentingannya sendiri.

Erdogan juga memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah kini berada dalam situasi yang semakin rapuh. Karena itu, Turki akan terus berupaya mencegah ketegangan berkembang menjadi krisis yang lebih besar dan rumit.

- Advertisement -

Dia menekankan bahwa persoalan regional seharusnya diselesaikan oleh negara-negara di kawasan. Bukan malah sebaliknya oleh kekuatan eksternal yang memiliki kepentingan tersendiri.

“Jika stabilitas jangka panjang diinginkan di kawasan ini, semua pihak harus mengesampingkan perhitungan jangka pendek. Negara-negara harus membela hak-hak warga negara mereka sendiri, bukan kepentingan aktor-aktor di luar kawasan,” tambah Erdogan.

Erdogan juga menyebut perdamaian permanen di Timur Tengah hanya bisa tercapai apabila semua pihak menghentikan eskalasi konflik dan meninggalkan kepentingan politik jangka pendek.

Di luar isu Timur Tengah, Erdogan juga menyoroti hubungan strategis Turki dengan Kazakhstan selama kunjungannya ke Astana dan Turkistan.

Dalam lawatan tersebut, Turki dan Kazakhstan menandatangani Deklarasi Persahabatan Abadi dan Kemitraan Strategis yang Diperluas sebagai langkah memperkuat hubungan bilateral.

Erdogan mengaku telah mengadakan pembicaraan menyeluruh dengan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev terkait kerja sama ekonomi, politik, hingga isu regional dan global.

“Kami menegaskan kepuasan kami dengan perkembangan hubungan kami dan tekad kami untuk memperdalam kerja sama di setiap bidang,” kata Erdogan.

Sebanyak 12 perjanjian kerja sama disebut ditandatangani dalam berbagai sektor, mulai dari energi, teknologi informasi, konstruksi, hingga pariwisata.

Erdogan mengungkapkan bahwa hampir 5.500 perusahaan Turki telah berinvestasi sekitar 6 miliar dolar AS di Kazakhstan. Sementara kontraktor Turki telah menggarap proyek-proyek senilai hampir 30 miliar dolar AS di negara tersebut.

Turki dan Kazakhstan kini juga menargetkan peningkatan volume perdagangan bilateral dari 10 miliar dolar AS menjadi 15 miliar dolar AS.

Soroti NATO dan Uni Eropa

Dalam kesempatan yang sama, Erdogan turut membahas masa depan NATO dan hubungan Turki dengan European Union.

Ia mengatakan KTT NATO mendatang di Ankara diperkirakan akan menghasilkan keputusan penting terkait arah aliansi dan arsitektur keamanan global.

“Kami mengharapkan keputusan penting akan diambil di Ankara mengenai masa depan aliansi dan bentuk arsitektur keamanan global di masa depan,” ujarnya.

Menurut Erdogan, dunia saat ini telah berubah drastis dibanding ketika NATO pertama kali dibentuk. Ancaman global dinilai semakin kompleks dan sistem internasional makin rapuh.

Maka itu, Turki siap mengambil peran lebih besar dalam memperkuat NATO agar lebih siap menghadapi tantangan keamanan global di masa depan.

Selain NATO, Erdogan juga menegaskan bahwa Turki tetap berkomitmen terhadap proses keanggotaan Uni Eropa meski mengaku masih menghadapi berbagai bentuk diskriminasi politik.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU