Penantang Netanyahu Resmi Bergerak, Janji Akhiri Era Kekacauan

0 Shares

HOLOPIS.COM, TEL AVIV – Gadi Eisenkot, mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), resmi memulai langkah politiknya untuk menghadapi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pemilihan umum mendatang. Dalam pidato pembuka kampanyenya, Eisenkot membawa pesan persatuan dan perubahan arah kepemimpinan Israel.

Politikus yang kini disebut sebagai salah satu kandidat terkuat penantang Netanyahu itu meluncurkan kampanye pada Selasa (30/6) waktu setempat dengan slogan “Israel Must Win” atau “Israel Harus Menang”.

Menurut Eisenkot, pemilu mendatang bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi akan menjadi penentu masa depan keamanan, persatuan, dan identitas Israel.

“Oktober mendatang, pemerintahan Oktober yang mengerikan akan berakhir,” katanya, merujuk pada serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

“Kita akan membuka babak baru dan jauh lebih baik dalam sejarah Israel. Kita akan menulisnya bersama,” imbuh mantan petinggi militer Israel tersebut.

Janji Satukan Israel

Dalam pidatonya, Eisenkot menegaskan dirinya ingin menjadi pemimpin yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat Israel.

- Advertisement -

Ia menyatakan kepemimpinannya akan berlandaskan tradisi, warisan bangsa Israel, serta nilai-nilai Taurat.

“Menjadi perdana menteri untuk semua warga negara Israel.”

Meski tidak menyebut nama Benjamin Netanyahu secara langsung, Eisenkot menyindir kepemimpinan saat ini yang dinilainya justru memperdalam perpecahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, ada pihak-pihak yang mengambil kebijakan bertentangan dengan kepentingan nasional dan mengabaikan pengorbanan warga yang menjalankan wajib militer maupun bertugas menjaga keamanan negara.

Kritik Kebijakan Wajib Militer

Salah satu isu yang menjadi sorotan Eisenkot adalah rencana pemerintah menghidupkan kembali pengecualian wajib militer bagi pria Yahudi ultra-Ortodoks.

Ia juga mengkritik upaya menghapus sanksi bagi mereka yang menghindari wajib militer.

Kebijakan tersebut dinilai memicu ketidakadilan di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang selama ini menjalankan kewajiban militer dan rela mempertaruhkan nyawa demi negara.

Peluncuran kampanye Eisenkot menandai mulai menghangatnya persaingan politik di Israel menjelang pemilu berikutnya.

Kehadiran mantan jenderal itu diperkirakan akan menjadi tantangan serius bagi Benjamin Netanyahu yang masih memimpin pemerintahan di tengah berbagai persoalan politik dan keamanan pascaserangan Hamas pada Oktober 2023.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU