Ali Larijani Tewas Saat Bersama Putrinya, Iran Janji Balasan Mengguncang

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintan Iran mengonfirmasi kematian Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani imbas serangan Amerika Serikat (AS)-Israel pada Selasa malam. Pemerintah Iran menggunakan narasi religius dan heroik untuk menggambarkan kematiannya.

Dari laporan kantor berita Fars, bahwa Larijani, 67 tahun, tewas dalam serangan udara AS-Israel. Pejabat kunci Iran itu tewas saat mengunjungi putrinya di pinggiran timur kota Teheran. Menurut Fars, Larijani tewas bersama anggota keluarga serta pengawalnya.

Media Barat seperti The Guardian pun mempublikasikan kematian Larijani dengan mengutip pernyataan pihak Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Jiwa suci para martir merangkul jiwa suci hamba Allah yang saleh, Syahid Dr. Ali Larijani,” demikian pernyataan itu dikutip dari The Guardian, Kamis, (18/3/2026).

Larijani dinilai sebagai tokoh yang berjuang untuk kemajuan Iran sejak revolusi Islam. “Setelah seumur hidup berjuang untuk kemajuan Iran dan Revolusi Islam, ia akhirnya menjawab panggilan ilahi dan meraih kemartiran,” lanjut pernyataan tersebut.

Kematian dalam konteks Larijani dan keluarga ini memperkuat bahwa serangan Israel juga menyentuh lingkaran pribadi elite negara.

- Advertisement -

Pemerintah Israel sebelumnya menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menyebut Larijani sebagai target bernilai tinggi dalam operasi militer yang terus diperluas.

Menteri Pertahanan Israel Katz bahkan menyampaikan pernyataan keras yang menegaskan pendekatan agresif Israel.

“Larijani dan komandan Basij telah dieliminasi semalam… bersama semua anggota poros kejahatan,” ujar Katz.

Dalam serangan terpisah, Israel juga mengklaim menewaskan komandan paramiliter Basij, Gholamreza Soleimani, yang kemudian dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran.

Iran siap Serangan Balasan

Kematian Larijani langsung memicu ancaman balasan dari militer Iran. Kepala Angkatan Darat Amir Hatami menegaskan bahwa serangan tersebut tak akan dibiarkan tanpa konsekuensi.

“Pembalasan akan bersifat menentukan dan disesalkan,” kata Hatami.

Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa Iran tengah menyiapkan respons militer yang berpotensi memperluas konflik regional.

Di tengah eskalasi, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump turut menanggapi kematian Larijani.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, Trump menyiratkan dukungan terhadap operasi yang menargetkan pejabat kunci Iran.

“Para pemimpin mereka telah tiada… itu kelompok jahat,” kata Trump, merujuk pada rezim Iran.

Pernyataan ini mempertegas posisi Washington yang berada di belakang operasi militer Israel, sekaligus memperuncing konflik naratif antara kedua kubu.

Larijani merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Iran. Dia memiliki rekam jejak panjang sebagai pejabat strategis dan penghubung antara elite politik serta militer.

Ia baru menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi pada Agustus lalu, setelah gelombang serangan sebelumnya pada 2025.

Kehadirannya di ruang publik bahkan masih terlihat beberapa hari sebelum tewas, saat mengikuti demonstrasi Hari Quds di Teheran—menunjukkan bahwa ia tetap aktif hingga akhir hayatnya.

Kematian Larijani saat bersama keluarganya menjadi titik balik penting dalam persepsi konflik ini. Jika sebelumnya perang didominasi serangan terhadap fasilitas militer, kini target telah meluas hingga individu dan lingkungan terdekatnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU