HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan militer Amerika Serikat ke Iran terus bertambah. Pemerintah Iran mengonfirmasi sedikitnya lebih dari 30 orang meninggal dunia sejak operasi militer Washington dimulai dalam beberapa hari terakhir.
Juru bicara pemerintah Iran juga menyebut ratusan orang mengalami luka-luka akibat gelombang serangan terbaru yang terjadi pada Minggu (13/7) malam waktu setempat.
Dalam serangan terakhir, kantor berita Fars melaporkan sebanyak 13 rudal Amerika Serikat menghantam barak pasukan Angkatan Darat Iran di Kota Bampur, wilayah selatan negara tersebut.
Akibat serangan itu, sedikitnya tujuh personel militer Iran tewas, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Militer Iran menegaskan akan memberikan “respons yang tegas” atas serangan tersebut.
Sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi yang dilakukan menargetkan puluhan fasilitas militer di sekitar Selat Hormuz dan kawasan pesisir Iran.
Amerika Serikat diketahui telah melancarkan serangan terhadap Iran selama empat malam berturut-turut, atau enam kali dalam delapan malam terakhir, menandai eskalasi terbaru dalam konflik kedua negara.
Hingga kini, ketegangan antara Washington dan Teheran masih terus meningkat. Ancaman balasan dari Iran memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas dan semakin mengganggu stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.


