Karhutla di Nagan Raya, 40 Hektar Lahan HGU Ludes Dilalap Api

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang terjadi di Provinsi Aceh semakin meluas. Kali ini, Karhutla tersebut melanda Kabupaten Nagan Raya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, titik api diketahui merupakan lahan hal guna usaha (HGU) milik perusahaan swasta yang berada di Gampong Alue Kuyun, Kecamatan Darul Makmur.

“Hingga saat ini api masih belum berhasil dipadamkan sehingga berpotensi meluas apabila kondisi cuaca tetap kering dan berangin,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (19/7).

Abdul mengakui bahwa petugas gabungan bersama masyrakat masih berjibaku memadamkan karhutla dengan mengerahkan pompa dan alat pendukung lainnya.

Tak hanya di Provinsi Aceh, kondisi karhutla juga terjadi di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Setidaknya lahan seluas sekitar tiga hektare di dekat perumahan Damai Lestari dan perumahan Pepabri.

“Beruntung api sudah berhasil dipadamkan,” ucapnya.

- Advertisement -

Sementara itu, kekeringan mulai berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 193 kepala keluarga atau 592 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.

“Petugas telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak dua ritase atau sekitar 10.000 liter kepada warga terdampak,” ujarnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk beberapa hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sementara itu, wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Kalimantan diperkirakan masih didominasi kondisi cuaca cerah hingga berawan yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.

Menyikapi kondisi tersebut, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sesuai dengan potensi ancaman di masing-masing wilayah.

“Masyarakat yang berada di daerah rawan karhutla diharapkan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” imbaunya.

“Warga di wilayah rawan longsor tetap perlu mewaspadai hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama di kawasan perbukitan dengan lereng labil. Sementara itu, masyarakat di daerah yang mengalami kekeringan diimbau menghemat penggunaan air bersih, memanfaatkan sumber air yang tersedia secara bijak, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah apabila membutuhkan bantuan distribusi air bersih,” sambungnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU