AS Selesaikan Gelombang Serangan Kedelapan ke Iran, Trump Perintahkan Serangan Balasan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan gelombang serangan udara kedelapan secara berturut-turut terhadap Iran pada Sabtu (19/7) waktu setempat. Operasi militer itu dilakukan setelah tiga personel militer AS menjadi korban dalam serangan yang diklaim dilakukan Iran di Yordania.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan dimulai sekitar pukul 18.00 waktu setempat atas perintah Presiden Donald Trump.

Dalam keterangannya, CENTCOM menjelaskan bahwa operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran mengancam jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz sekaligus membalas serangan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap pasukan Amerika di Yordania sehari sebelumnya.

Serangan itu menyasar sejumlah fasilitas militer Iran, termasuk sistem pengawasan pantai dan pertahanan udara.

Media Iran, Mehr News Agency, melaporkan serangan terjadi di sekitar Kota Sirik, Iran selatan. Sementara Tasnim News Agency menyebut militer AS juga menyerang wilayah dekat Shadegan yang berbatasan dengan Irak. Meski demikian, otoritas Iran mengklaim tidak ada korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat serangan tersebut.

Tak lama berselang, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone yang menargetkan aset militer Amerika Serikat di Kamp Al-Adiri dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Televisi pemerintah Iran menyebut kedua pangkalan itu menjadi bagian dari sasaran serangan terhadap kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Teluk.

- Advertisement -

Di sisi lain, CENTCOM mengonfirmasi dua personel militer Amerika tewas dan satu lainnya dinyatakan hilang setelah serangan Iran di Yordania pada Jumat (18/7). Dengan tambahan korban tersebut, jumlah personel militer AS yang tewas sejak konflik kembali memanas menjadi 16 orang, sementara lebih dari 420 lainnya mengalami luka-luka.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyampaikan penghormatan kepada para korban melalui media sosial X.

“Selamat jalan, para pahlawan. Pengorbanan mereka justru semakin menguatkan tekad kami,” tulis Hegseth, dikutip Holopis.com, Minggu (19/7).

Ketegangan juga meningkat setelah Iran memperluas sasaran serangannya ke sejumlah negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi dan Yordania.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengecam langkah Washington. Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, ia menyebut tindakan Amerika Serikat membuktikan bahwa tanda tangan Presiden Donald Trump “tidak bernilai dan tidak memiliki kredibilitas.”

Khamenei juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menghadapi “biaya yang lebih besar dan penghinaan yang lebih berat” apabila terus melanjutkan serangan terhadap Iran.

Konflik yang kembali memanas sejak gagalnya kesepakatan gencatan senjata sementara sebulan lalu telah meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya perang berskala penuh. Selain memicu ketidakstabilan kawasan, eskalasi tersebut juga berdampak pada pasokan energi global dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute perdagangan minyak paling strategis di dunia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU