Pemerintah, lanjut Iqbal, akan mengambil posisi sebagai fasilitator dalam membangun ekosistem waralaba nasional.
“Pemerintah akan terus hadir sebagai fasilitator, bukan untuk mendikte ekosistem ini. Untuk itu, tiap tahunnya kami bekerja sama dengan AFI mengadakan pameran waralaba ini untuk mendorong wirausaha,” ujar Iqbal.
Waralaba Beda dengan Kemitraan
Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar menilai pemahaman mengenai konsep waralaba juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan pelaku usaha.
Ia mengingatkan, waralaba dan kemitraan tidak bisa begitu saja dianggap sebagai konsep bisnis yang sama.
“Kemitraan itu bentuknya KSO atau Kerja Sama Operasi, PIR atau Perusahaan Inti Rakyat, dan subkontrak. Sementara franchise itu konsep pemasaran sekaligus strategi perusahaan. Banyak pengusaha menganggap waralaba itu kemitraan. Secara tata bahasa memang ada benarnya, sama-sama soal kerja sama, tapi konsepnya beda,” ujar Anang.
Menurut Anang, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan bisnis waralaba. Salah satunya berasal dari keragaman produk dan kuliner lokal yang bisa dikembangkan menjadi merek dengan pasar lebih luas.
“Dari sini saya melihat Indonesia mempunyai potensi yang besar sekali untuk membangun bisnis waralaba, misalnya dari keragaman kuliner yang ada,” katanya.
IFRA 2026 Tak Cuma Pameran Brand
Selain mempertemukan pemilik merek dan calon mitra, IFRA 2026 juga menyiapkan sejumlah program edukasi bagi pengunjung.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai agenda seperti Business Talkshow, IFRA Women’s Talk, Celebpreneur Talkshow, Retirees Seminar, hingga The 10th IFBCC (IFRApreneur Business Concept Competition).
Ada pula sejumlah kegiatan interaktif, seperti IFRA Content Clash, Interactive Quiz & Lucky Draw, serta Business Mascot Competition.
Pada hari pertama, pengunjung bisa mengikuti Business Presentation oleh Oxygen. Agenda lainnya mencakup Celebpreneur Talkshow bersama Edho Zell dari Social Bread dan Business Talkshow bertajuk “How Your Brand Stand Out In The Crowd” bersama Priscilla Charista dari Melon Branding.
Pembahasan soal aspek hukum dalam bisnis waralaba juga dihadirkan melalui sesi “Mastering Franchise Contract: Kunci Keamanan & Pertumbuhan Bisnis Waralaba” bersama Naufal Sudharmawan dari Kontrak Hukum.
Sementara itu, potensi bisnis kopi lokal dibahas dalam sesi “Menyeduh Peluang Bisnis Kopi Lokal: Mengangkat Kopi SH Tangerang ke Panggung Kemitraan Global” bersama Sartono dari UMKM Tangerang Raya.
Targetkan Kolaborasi Jangka Panjang
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan IFRA 2026 dirancang bukan sekadar sebagai tempat transaksi bisnis.
Menurutnya, pertemuan yang berlangsung selama pameran diharapkan dapat menghasilkan kerja sama yang lebih panjang antara pemilik merek, calon mitra, dan pelaku usaha.
“IFRA 2026 kami hadirkan sebagai business meeting point yang mempertemukan pemilik merek dengan calon mitra dan pelaku usaha. Kami berharap pertemuan yang terjadi selama tiga hari penyelenggaraan tidak hanya menghasilkan transaksi, tetapi juga membuka kolaborasi dan kemitraan yang memiliki fondasi bisnis yang sehat dan transparan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pihak,” ujar Daswar.



