Mahfud juga menyinggung respons positif sebagian masyarakat terhadap sosok Suyudi. Dia menilai penilaian tersebut tidak semestinya dipahami sebagai sikap sektarian, melainkan sebagai persepsi masyarakat terhadap pribadi Suyudi.
“Orang Banten sendiri senang, bawa ini dulu, apa orang ini ngajinya bagus, gitu. Ini bukan trimordialisme, bukan rasis, bukan sektarianisme, tapi tanggapan masyarakat terhadap dia seperti ini, ini orang bagus,” ujar Mahfud.
Dia menilai kemampuan Suyudi dalam memahami dan melafalkan bacaan keagamaan juga menunjukkan adanya basis pengetahuan yang dimiliki.
Mahfud berharap penilaian positif tersebut dapat menjadi modal awal bagi Suyudi untuk menjalankan agenda pembenahan Polri secara lebih serius.
Bagi Mahfud, momentum pergantian Kapolri tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan kepolisian. Namun, menurutnya, perubahan kepemimpinan dapat menjadi pintu awal untuk menjalankan kembali agenda reformasi yang selama ini belum sepenuhnya terlaksana.
“Bahwa perbaikan itu tidak bisa menyembuhkan Polri seluruhnya, itu sudah pasti, tapi ini sudah mulai pintu dibuka,” pungkas Mahfud MD.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...