Mahfud MD Nilai Suyudi Kapolri Baru Lumayan Bagus, Optimis Benahi Kultur Polri

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA — Pakar hukum tata negara sekaligus mantan Menko Polhukam, Prof. Mahfud MD memberikan penilaian positif terhadap Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang kini menjabat sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Mahfud menyebut sosok Suyudi relatif cukup baik dan berharap pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan di tubuh kepolisian.

“Kapolrinya yang baru ini kan lumayan bagus ya, relatif lumayan bagus,” kata Mahfud dalam podcast Terus Terang seperti dikutip Holopis.com, Rabu (7/10/2026).

Menurut Mahfud, pergantian Kapolri memberikan kesempatan untuk membuka kembali agenda reformasi Polri yang selama ini belum sepenuhnya berjalan.

“Keuntungannya seperti yang saya katakan, kita memerlukan momentum untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

Mahfud kemudian mengingatkan adanya rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri yang sebelumnya pernah disusun secara komprehensif. Dia menyebut dokumen tersebut mencapai sekitar 3.000 halaman dan dapat menjadi salah satu bahan bagi Suyudi untuk melihat berbagai persoalan reformasi kepolisian.

“Kita dulu ya ketika membuat Komisi Percepatan Reformasi Polri, kita kan sudah membuat itu yang sampai 3.000 halaman, nah itu bisa dibuka-buka oleh Pak Suyudi,” katanya.

Menurut Mahfud, sebagian besar instrumen yang diperlukan untuk melakukan reformasi sebenarnya sudah tersedia di internal Polri. Persoalannya, kata dia, lebih banyak berkaitan dengan implementasi dan budaya organisasi.

“Karena sebenarnya yang 3 ribu halaman itu hampir semuanya itu sudah ada di Polri, cuma kenapa ini dilanggar dan bagaimana cara menyelesaikannya,” ujar Mahfud.
Dia menjelaskan, reformasi Polri setidaknya mencakup tiga aspek, yakni struktural, instrumental, dan kultural.

“Jadi reformasi Polri itu yang kita bayangkan ada tiga, satu, struktural, yang kedua instrumental, nah yang ketiga kultural,” katanya.

Mahfud menilai persoalan terbesar justru berada pada aspek kultural. Sebab, berbagai perangkat aturan dan mekanisme kerja kepolisian menurutnya sudah tersedia.

“Instrumennya ini sudah lengkap. Profesi yang bagus itu harus apa, pemeriksaan yang bagus harus apa. Ini harus apa, tapi kenapa di dalam kulturnya banyak beking-bekingan, banyak pemerasan, banyak orang tidak salah ditersangkakan, banyak perkara yang tidak jelas, dan seterusnya itu kenapa, ini kultur, bukan instrumen, karena instrumennya sudah ada,” tuturnya.

Dalam konteks itu, Mahfud melihat pergantian Kapolri menjadi kesempatan bagi Suyudi untuk memperkuat kembali agenda reformasi, terutama dengan memastikan aturan yang sudah dimiliki Polri benar-benar dijalankan.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU