5 Fakta Panggung Globe Raksasa Kanye West di GBK, Bukan Sekadar Dekorasi

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Panggung berbentuk globe raksasa menjadi salah satu elemen paling mencolok dalam konser Ye alias Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Instalasi yang juga dikenal sebagai Giant World Globe Stage atau Dome Stage itu menjadi pusat perhatian sejak konser dimulai.

Bentuknya yang menyerupai bola dunia, ditambah permainan cahaya, laser, dan efek asap, menciptakan pengalaman visual berbeda dari panggung konser konvensional. Namun, ada sejumlah fakta menarik di balik penggunaan panggung tersebut.

1. Panggung Globe Menjadi Ciri Khas Tur Ye

Globe Stage bukan instalasi yang hanya digunakan untuk konser di Jakarta. Panggung tersebut merupakan bagian dari konsep pertunjukan Ye dalam rangkaian tur 2026.

Desainnya menggabungkan bentuk kubah raksasa dengan tata cahaya dan visual yang dramatis. Saat pertunjukan berlangsung, Ye tampil di bagian atas panggung sehingga menciptakan ilusi seolah-olah ia berdiri di atas sebuah planet.

Konsep ini membuat panggung bukan sekadar tempat musisi tampil, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas visual konser.

2. Menggunakan Konsep 360 Derajat

Globe Stage dirancang dengan konsep pertunjukan 360 derajat. Panggung ditempatkan di tengah stadion sehingga penonton dapat menyaksikan aksi Ye dari berbagai arah.

Penempatan tersebut berbeda dari panggung konvensional yang biasanya berada di salah satu ujung venue dan menghadap ke satu arah utama.

Konsep 360 derajat juga membuat tata panggung dan penempatan elemen visual perlu diperhitungkan agar pertunjukan tetap dapat dinikmati dari berbagai sisi stadion.

3. Properti Globe Didatangkan Khusus dari Luar Negeri

Marketing and Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja, menjelaskan bahwa properti globe untuk konser di Jakarta diterbangkan langsung dari luar negeri.

Artinya, instalasi tersebut bukan sekadar dekorasi lokal yang dibuat untuk satu malam pertunjukan. Persiapan produksi melibatkan pengiriman properti khusus serta penyesuaian teknis untuk memastikan panggung siap digunakan.

Karen juga menyampaikan bahwa ukuran globe di Jakarta sama dengan yang digunakan dalam konser Ye di negara lain. Dengan demikian, instalasi yang dihadirkan di GBK tidak dibuat lebih kecil untuk pasar Indonesia.

4. Ukuran GBK Membuat Tata Visual Perlu Disesuaikan

Meski menggunakan panggung yang sama, karakter venue dapat memengaruhi pengalaman menonton. GBK merupakan stadion besar dengan area tribun yang melebar, sehingga jarak dan sudut pandang penonton berbeda-beda.

Menurut Karen, tim produksi melakukan penyesuaian dengan menambahkan layar LED. Langkah tersebut dilakukan agar penonton dari berbagai posisi, termasuk area tribun, tetap dapat melihat penampilan Ye dengan lebih jelas.

Penambahan layar menjadi penting karena panggung utama yang megah tidak otomatis menjamin seluruh penonton memiliki pandangan langsung yang sama terhadap musisi.

5. Efek Cahaya dan Visual Membuat Globe Terlihat Hidup

Bentuk globe menjadi semakin menonjol berkat kombinasi pencahayaan, laser, asap, dan visual yang ditampilkan selama konser. Efek tersebut menciptakan ilusi visual seolah-olah panggung merupakan sebuah planet yang menyala di tengah stadion.

Kembang api juga digunakan pada sejumlah bagian pertunjukan untuk memperkuat momen musik tertentu. Perpaduan berbagai elemen itu membuat panggung tidak hanya menjadi pusat perhatian secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman audiovisual konser.

Penggunaan Globe Stage memperlihatkan bagaimana desain panggung dapat berperan besar dalam membentuk karakter sebuah pertunjukan. Dalam konser Ye di Jakarta, bentuk globe, konsep 360 derajat, dan permainan visual menjadi kombinasi yang membedakannya dari konser dengan panggung konvensional.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU