Pemerintah Bongkar Dugaan Beras Fortifikasi Palsu, Harganya Bikin Geleng Kepala

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah menemukan dugaan pelanggaran pada sejumlah produk beras fortifikasi yang beredar di pasaran. Tak tanggung-tanggung, ada 25 merek yang diduga tidak memenuhi kandungan gizi seperti yang tercantum pada kemasan.

Temuan ini makin jadi sorotan karena sejumlah produk tersebut dijual jauh di atas harga yang seharusnya. Bahkan, pemerintah menemukan harga beras fortifikasi yang mencapai Rp57.600 per kilogram.

Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan zat gizi tertentu dan ditujukan antara lain untuk mendukung pemenuhan nutrisi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dalam upaya pencegahan stunting.

Pemerintah menyebut ada 25 merek yang berdasarkan hasil pengujian diduga tidak memenuhi kandungan fortifikasi sebagaimana klaim pada label.

Merek tersebut yakni WFO, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, TAR, dan CMS.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menilai kondisi tersebut sangat merugikan konsumen. Sebab, masyarakat membeli produk dengan harapan mendapatkan kandungan gizi sesuai informasi pada kemasan.

Tak hanya soal kandungan gizi, pemerintah juga menemukan dugaan ketidakwajaran harga.

Menurut Amran, harga beras fortifikasi semestinya berada di kisaran Rp13.500 per kilogram. Namun, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sejumlah produk yang diduga bermasalah justru dijual rata-rata Rp23.385 per kilogram.

Bahkan, ada produk yang ditemukan dengan harga mencapai Rp57.600 per kilogram.

Amran menilai kondisi tersebut berpotensi mengganggu upaya pemerintah dalam menekan angka stunting. Masyarakat justru harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk produk yang diklaim memiliki kandungan gizi tambahan.

“Ini penipuan,” ujar Amran dalam konferensi pers, Selasa (15/9).

“Ini menyusahkan konsumen kita,” tambahnya.

Diuji di Empat Laboratorium

Temuan tersebut berasal dari pengawasan pemerintah terhadap berbagai produk beras yang beredar di pasar, termasuk beras fortifikasi dan beras yang mencantumkan klaim diperkaya zat gizi.

Untuk memastikan kualitas produk, pemerintah melakukan pengujian melalui empat laboratorium bersertifikasi.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU