Habib Syakur Nilai Sebutan Ulta Nababan sebagai Anak Buah Prabowo Keliru

3 Shares

JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menilai penyebutan Ulta Levenia Nababan sebagai “anak buah Presiden Prabowo Subianto” merupakan diksi yang keliru.

Menurut Habib Syakur, publik perlu memahami secara tepat posisi dan struktur jabatan Ulta Levenia Nababan dalam pemerintahan agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Habib Syakur menjelaskan, Ulta merupakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Sementara jabatan Kepala Staf Kepresidenan saat ini dipimpin oleh Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.

Karena itu, menurutnya, penyebutan Ulta sebagai anak buah langsung Presiden Prabowo tidak tepat jika dilihat dari struktur kelembagaan tempat ia menjalankan tugas.

“Diksi yang menyebut Ulta Levenia Nababan sebagai anak buah Prabowo itu keliru. Ulta adalah Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Kepresidenan, sementara Kepala Staf Kepresidenan dijabat oleh Jenderal TNI Purnawirawan Dudung Abdurachman,” ujar Habib Syakur, Selasa (8/9/2026).

Ia meminta masyarakat dan media membedakan antara jabatan seseorang di lingkungan lembaga kepresidenan dengan narasi yang menyebut pejabat tersebut sebagai bawahan langsung Presiden.

Menurut Habib Syakur, ketepatan penggunaan diksi menjadi penting, terutama ketika seorang pejabat tengah menjadi perhatian luas publik.

“Jangan semua orang yang bekerja dalam lingkungan pemerintahan kemudian langsung disebut anak buah Presiden. Ada struktur kelembagaan dan garis koordinasi yang harus dipahami secara benar,” katanya.

Habib Syakur menilai narasi yang tidak tepat berpotensi menyeret nama Presiden Prabowo Subianto dalam polemik yang seharusnya ditempatkan sesuai dengan konteks dan posisi masing-masing pejabat.

Ia pun meminta publik melihat persoalan yang sedang viral terkait Ulta secara proporsional, termasuk membedakan antara pandangan pribadi yang disampaikan seseorang dengan sikap resmi pemerintah.

Sosok Ulta Levenia Nababan

Nama Ulta Levenia Nababan belakangan menjadi perhatian publik setelah pernyataannya di media sosial mengenai rangkaian aktivitas gunung api di Indonesia menjadi viral.

Ulta dikenal sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Kepresidenan. Dalam sejumlah pemberitaan terbaru, ia juga disebut memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Politik dari Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan magister di University of Leeds, Inggris, dengan bidang kajian yang berkaitan dengan insurgensi dan terorisme.

Sosok Ulta sebelumnya juga beberapa kali menjadi perhatian publik akibat unggahan dan pandangannya di media sosial. Namun, polemik terbaru mencuat setelah ia menyampaikan pandangan terkait fenomena erupsi sejumlah gunung api di Indonesia.

Viral Singgung Konspirasi Asing di Balik Erupsi dan Gempa

Nama Ulta kembali ramai diperbincangkan setelah ia mengaitkan fenomena erupsi sejumlah gunung api di Indonesia dengan kemungkinan adanya faktor lain di luar fenomena alam.

Dalam unggahannya, Ulta menyinggung proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) yang selama ini kerap muncul dalam berbagai teori konspirasi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU