Namun, pemberian tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.
Ia menyebut uang dalam kisaran Rp1 juta hingga Rp5 juta biasanya diserahkan untuk membantu panti asuhan.
Namun, cerita berbeda terjadi ketika nominal yang disebutnya mencapai 100.000 dolar Singapura.
Boyamin memilih membawa persoalan tersebut ke lembaga antirasuah.
Pengakuan ini kemudian menimbulkan pertanyaan besar mengenai latar belakang pemberian uang tersebut.
Terlebih, peristiwa yang diceritakan Boyamin terjadi ketika sejumlah perkara korupsi besar tengah menjadi perhatian publik.
Boyamin mengatakan peristiwa tersebut juga memengaruhi hubungan profesionalnya dengan Febrie Adriansyah.
Ia mengaku sejak akhir 2023 memilih menghentikan pertemuan secara langsung dengan Febrie.
Keputusan itu diambil setelah Boyamin menilai hubungan yang terjalin sudah tidak sehat.
Ia kemudian memilih menjaga jarak dan tidak lagi melakukan komunikasi tatap muka seperti sebelumnya.
Dalam pengakuannya, Boyamin juga menyebut ada pihak lain yang sempat mempertanyakan mengapa dirinya menolak pemberian uang tersebut.
Bahkan, menurut Boyamin, ada pihak lain yang mencoba menawarkan uang dari kantong pribadi mereka jika dirinya menolak pemberian awal tersebut.
Namun, Boyamin tetap pada pendiriannya.


