JAKARTA, HOLOPIS.COM – Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana kembali mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Kali ini, Denny menawarkan sebuah tantangan terbuka kepada Gibran. Ia menyatakan akan menghentikan dorongan agar Gibran mundur apabila putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu dapat menunjukkan ijazah SMA atau sederajat yang asli.
Sebaliknya, Denny meminta Gibran mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia apabila tidak mampu menunjukkan dokumen pendidikan tersebut.
Denny menyampaikan tantangan itu sebagai upaya mengakhiri polemik yang selama ini berkembang mengenai dokumen pendidikan Gibran.
“Supaya tidak memperpanjang polemik dan perdebatan, saya ingin membuat perjanjian serius dengan Mas Wapres. Jika Mas Wapres Gibran bisa menunjukkan ijazah SMA atau sederajatnya yang asli, maka saya berhenti mendorong pengunduran diri Mas Gibran,” kata Denny, Minggu (9/8/2026).
Ia kemudian menyampaikan konsekuensi sebaliknya apabila Gibran tidak dapat memperlihatkan ijazah SMA atau sederajat yang dimaksud.
“Sebaliknya, jika Mas Gibran tidak bisa menunjukkan ijazah SMA atau sederajat yang asli, maka saya minta Mas Gibran berhenti, mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, karena syarat ijazah SMA atau sederajat itu adalah syarat menjadi calon wakil presiden,” ujarnya.
Sayembara Rp100 Juta
Denny mengaku usulannya agar Gibran mundur dari jabatan Wakil Presiden telah mendapat beragam respons dari masyarakat. Menurut dia, ada pihak yang mendukung, tetapi ada pula yang menolak usulan tersebut.
Ia bahkan menyebut pihak yang menolak usulannya sebagai buzzer dan menggunakan istilah “termul” dalam menyampaikan kritik terhadap kelompok tersebut.
Untuk memperkuat tantangannya, Denny juga membuka sayembara bagi masyarakat yang mampu menunjukkan dan mendapatkan ijazah asli SMA atau sederajat milik Gibran.
“Supaya serius saya juga mengadakan sayembara, siapapun yang bisa menunjukkan dan mendapatkan ijazah asli SMA atau sederajat Mas Gibran, saya akan berikan hadiah Rp100 juta,” kata Denny.
Denny mengatakan, hadiah tersebut awalnya hendak diberikan sebesar Rp1 miliar. Namun, rencana itu kemudian diturunkan menjadi Rp100 juta.
“Tadinya mau Rp1 miliar tapi istri saya bilang aduh kebanyakan, maklum kita tidak punya brankas dengan emas dan dollar, jadi Rp100 juta kepada siapapun yang bisa menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Mas Wapres,” ujarnya.
Denny juga menyinggung sikap Gibran ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Menurutnya, saat itu Gibran pernah menunjukkan ijazah pendidikan sarjananya secara terbuka dengan mengundang wartawan.


