Namun, setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, upaya penyelundupan itu berhasil digagalkan petugas Bea Cukai.
Kasus ini juga membuat polisi Malaysia dan Polri bekerja sama untuk mengungkap jaringan di balik penyelundupan narkoba tersebut.
Polisi Malaysia bahkan menyatakan siap mengirim tim ke Indonesia untuk membantu penyelidikan.
Sebelumnya, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengungkapkan hasil tes urine menunjukkan MS positif mengonsumsi ekstasi, methamphetamine, dan kokain.
Artinya, ada dugaan kuat kopilot tersebut menerbangkan pesawat rute Kuala Lumpur-Jakarta dalam kondisi baru mengonsumsi narkoba.
Padahal, pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH-727 itu membawa sekitar 170 penumpang.
Yang tak kalah mengejutkan, penyidik menduga MS bukan baru sekali melakukan aksinya.
Ia disebut sudah tiga kali menyelundupkan narkoba dengan memanfaatkan jalur khusus kru pesawat saat proses check-in sehingga tidak melewati pemeriksaan seperti penumpang biasa.
Dari aksinya itu, MS diduga mendapat bayaran sebesar 50.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp220 juta.
Sementara itu, polisi masih memburu aktor utama di balik penyelundupan tersebut dan terus menyelidiki dugaan keterlibatan orang dalam bandara yang diduga ikut memuluskan aksi tersebut.



