JAKARTA, HOLOPIS.COM – Gempa berkekuatan M7,1 di Jepang berakhir tragis. Sebanyak 36 orang tewas, sementara tim SAR resmi menghentikan pencarian setelah tak ada lagi korban yang dilaporkan hilang.
Operasi pencarian korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Jepang akhirnya resmi dihentikan.
Setelah beberapa hari melakukan penyisiran di sejumlah lokasi terdampak, tim penyelamat memastikan tidak ada lagi korban yang dinyatakan hilang.
Dengan berakhirnya proses pencarian, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa yang terjadi pada Selasa (28/7/2026) ditetapkan sebanyak 36 orang.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus pencarian berada di bangunan Mal Aeon Kashima di Prefektur Kumamoto.
Bangunan tersebut dilaporkan meledak dan runtuh setelah gempa terjadi sehingga banyak orang sempat dikhawatirkan terjebak di dalamnya.
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Kumamoto menyebut tim gabungan berhasil mengevakuasi 12 orang dari lokasi tersebut.
Namun, tujuh di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Kami melakukan pencarian menyeluruh selama dua hari terakhir bersama dinas pemadam kebakaran, Pasukan Bela Diri, dan kepolisian dari berbagai wilayah. Kami tidak menemukan lagi orang yang hilang,” kata seorang pejabat Kepolisian Kumamoto, dikutip dari AFP.
Juru bicara Aeon juga mengonfirmasi bahwa tujuh korban tewas di lokasi mal merupakan pegawai dari sejumlah gerai yang beroperasi di dalam bangunan tersebut.
Sebelumnya, pada Jumat (31/7/2026), tim penyelamat juga mengakhiri pencarian di sebuah pabrik kertas yang cerobong asapnya ambruk akibat guncangan gempa.
Di lokasi itu, petugas menemukan sembilan korban meninggal dunia, sementara dua orang lainnya berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup.
Meski operasi pencarian telah selesai, dampak gempa masih dirasakan masyarakat.


