JAKARTA, HOLOPIS.COM – Kasus penyelundupan 70 ribu butir ekstasi oleh kopilot Malaysia memasuki babak baru. Polisi menduga ada orang dalam bandara yang ikut membantu aksinya.
Skandal penyelundupan narkoba yang menyeret seorang kopilot asal Malaysia kini memasuki babak yang lebih mengejutkan.
Setelah 70.114 butir ekstasi seberat 26 kilogram berhasil digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta, polisi Malaysia mengungkap adanya dugaan orang dalam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) yang ikut membantu aksi tersebut.
Dugaan itu muncul setelah polisi Malaysia mengembangkan penyelidikan terhadap kopilot berinisial MS yang ditangkap Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta.
Dari hasil penyelidikan, aparat telah mengidentifikasi seorang oknum staf KLIA yang diduga terkait dengan kasus tersebut.
Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (NCID) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, mengatakan oknum tersebut akan segera dipanggil untuk diperiksa.
Jika terbukti ikut membantu, polisi memastikan akan menangkapnya.
“Orang tersebut termasuk petugas yang bertugas saat pemeriksaan di KLIA. Kami akan meminta keterangannya dan jika terbukti terlibat akan kami tangkap,” kata Hussein.
Terungkapnya dugaan keterlibatan orang dalam membuat kasus ini semakin menarik perhatian.
Polisi kini mendalami apakah ada pihak lain yang membantu sehingga koper berisi puluhan ribu butir ekstasi itu bisa lolos dari Malaysia dan dibawa masuk ke Indonesia.
Berdasarkan penyelidikan sementara, MS diduga mengambil narkoba dari sebuah apartemen di kawasan Ampang, Malaysia.
Setelah itu, ia datang ke KLIA dan menitipkan koper berisi ekstasi sebelum terbang ke Kota Kinabalu.
Tak lama kemudian, MS kembali ke Kuala Lumpur untuk mengambil koper tersebut, lalu melanjutkan penerbangan menuju Jakarta.



