Heboh! Virus Langka dan Mematikan Muncul di New York, Berawal dari Gigitan Kutu di Halaman Rumah

0 Shares

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), virus ini menyebar melalui gigitan kutu yang sudah terinfeksi.

Gejalanya mirip dengan penyakit lain yang berasal dari gigitan kutu sehingga sering sulit dikenali.

Seseorang yang terinfeksi bisa mengalami demam, tubuh sangat lelah, sakit kepala, nyeri otot, ruam di kulit, mual hingga muntah.

Pada beberapa kasus, infeksi dapat berkembang menjadi lebih parah dan mengancam nyawa.

Dokter spesialis penyakit infeksi, Dr. Luis Marcos, mengatakan kasus seperti yang dialami Larkin kemungkinan bukan satu-satunya.

Menurutnya, populasi kutu bintang tunggal di wilayah New York dan kawasan timur laut Amerika Serikat cukup banyak.

- Advertisement -

Virus Bourbon mungkin lebih sering terjadi daripada yang kita duga. Bisa saja ada pasien lain yang sebenarnya terinfeksi, tetapi didiagnosis sebagai penyakit lain,” katanya.

Ia menjelaskan, banyak pasien diduga terkena penyakit Lyme karena gejalanya hampir sama.

Akibatnya, infeksi virus Bourbon bisa luput dari perhatian.

Hingga saat ini, para ahli juga masih menghadapi tantangan karena belum tersedia tes yang mudah digunakan untuk memastikan seseorang terkena virus Bourbon.

Selain itu, belum ada vaksin maupun obat khusus untuk mengobati penyakit ini.

CDC mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kebun, taman, hutan, atau area yang banyak semak dan rumput.

Menggunakan pakaian yang menutupi tubuh serta memeriksa kulit setelah beraktivitas di luar ruangan dapat membantu mengurangi risiko gigitan kutu.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU