JAKARTA, HOLOPIS.COM – Heboh dugaan surat dinas Menteri PU ke New York. Nama istri dan anak ikut tercantum, netizen ramai menduga aji mumpung nonton Final Piala Dunia 2026 di AS.
Dokumen yang diduga merupakan surat pemberitahuan perjalanan dinas Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, ke New York, Amerika Serikat, mendadak menjadi sorotan publik.
Penyebabnya bukan semata agenda kunjungan luar negeri tersebut, melainkan karena dalam lampiran surat turut tercantum nama istri dan anak sang menteri.
Isu ini mencuat setelah salinan dokumen beredar luas di media sosial X pada Selasa (7/7/2026). Warganet ramai memperdebatkan isi surat tersebut dan mempertanyakan dasar pencantuman anggota keluarga dalam rombongan perjalanan dinas resmi kementerian.
Perbincangan semakin meluas karena jadwal kunjungan ke Amerika Serikat disebut berlangsung pada periode yang berdekatan dengan partai puncak Piala Dunia FIFA 2026.
Sejumlah pengguna media sosial pun mengaitkan momentum tersebut dengan dugaan perjalanan untuk menyaksikan laga final, meski hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa agenda tersebut berkaitan dengan pertandingan sepak bola.
Unggahan yang viral berasal dari akun X @BilBils. Dalam cuitannya, akun tersebut mempertanyakan apakah seorang pejabat negara diperbolehkan membawa istri dan anak dalam perjalanan dinas ke luar negeri.
Unggahan itu kemudian dibanjiri berbagai komentar. Sebagian netizen menilai keikutsertaan keluarga dalam daftar delegasi berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah tuntutan transparansi penggunaan fasilitas negara.
Ada pula yang menyoroti waktu keberangkatan yang dinilai terlalu bertepatan dengan agenda final Piala Dunia 2026 sehingga memunculkan beragam spekulasi di ruang publik.
Berdasarkan dokumen yang beredar, Dody Hanggodo dijadwalkan menghadiri High-Level Meeting on the Midterm Review of the New Urban Agenda di New York.
Pertemuan tersebut merupakan forum internasional yang berada di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UN-Habitat.
Agenda itu diselenggarakan sebagai evaluasi pelaksanaan New Urban Agenda atau Agenda Baru Perkotaan yang telah diadopsi negara-negara anggota PBB.
Forum tersebut membahas berbagai isu pembangunan perkotaan, mulai dari infrastruktur, permukiman berkelanjutan, ketahanan kota terhadap perubahan iklim, hingga pemerataan akses layanan dasar bagi masyarakat.
Dengan demikian, secara substansi surat tersebut menjelaskan bahwa tujuan utama keberangkatan Menteri PU adalah menghadiri forum resmi internasional.
Yang kemudian memancing perhatian publik adalah isi Lampiran I Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Nomor HL04/T/Sj/2026/81 tertanggal 29 Juni 2026.
Selain mencantumkan nama Menteri PU Dody Hanggodo, lampiran tersebut juga memuat nama Irma Hermawati sebagai istri serta Aurellia Tsabitha Meidirama yang merupakan putri Menteri PU.
Dalam dokumen itu, Irma Hermawati tercatat menggunakan paspor diplomatik, sedangkan putrinya menggunakan paspor biasa.
Pencantuman nama anak dalam daftar rombongan resmi inilah yang kemudian memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai ketentuan perjalanan dinas pejabat negara.
Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 164/PMK.05/2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perjalanan Dinas Luar Negeri, pejabat negara memang dimungkinkan didampingi oleh suami atau istri dalam kondisi tertentu.
Keikutsertaan pasangan hanya dapat dilakukan apabila terdapat kepentingan kedinasan, undangan resmi dari penyelenggara, atau memang menjadi bagian dari protokol acara internasional yang dihadiri. Pendampingan tersebut juga harus memperoleh persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, regulasi tersebut tidak mengatur pemberian fasilitas perjalanan dinas negara kepada anak pejabat.
Artinya, apabila anak ikut serta dalam perjalanan ke luar negeri, pembiayaan keberangkatannya menjadi tanggung jawab pribadi pejabat yang bersangkutan dan bukan menggunakan anggaran perjalanan dinas pemerintah.
Hingga Selasa (7/7/2026), Kementerian Pekerjaan Umum belum memberikan keterangan resmi terkait dokumen yang beredar maupun alasan pencantuman nama istri dan anak Menteri PU dalam daftar delegasi.
Di media sosial, polemik masih terus bergulir. Sebagian masyarakat meminta adanya penjelasan terbuka untuk menghindari kesalahpahaman, sementara yang lain menilai publik sebaiknya menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik kesimpulan.
Terlepas dari beragam spekulasi yang berkembang, keberangkatan Menteri PU ke New York sebagaimana tercantum dalam dokumen tersebut ditujukan untuk menghadiri forum resmi PBB.
Adapun dugaan bahwa perjalanan itu berkaitan dengan agenda menonton final Piala Dunia 2026 hingga kini masih sebatas asumsi yang beredar di media sosial dan belum didukung pernyataan maupun bukti resmi.



